PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Tingginya tingkat inklusi keuangan masyarakat Kalimantan Tengah dinilai perlu diikuti dengan peningkatan kualitas pemahaman masyarakat dalam menggunakan produk dan layanan keuangan.

Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, mengatakan berdasarkan SNLIK 2026, indeks inklusi keuangan masyarakat Kalteng telah mencapai 93,23 persen. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan indeks literasi keuangan yang berada di level 73,06 persen.

Menurut Primandanu, kondisi tersebut menunjukkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal sudah semakin luas. Namun, akses yang luas harus dibarengi pemahaman yang memadai agar masyarakat tidak salah mengambil keputusan finansial.

“Yang kita dorong bukan hanya masyarakat mempunyai rekening, menggunakan pembiayaan, asuransi, investasi atau layanan keuangan lainnya. Tetapi masyarakat juga memahami apakah produk tersebut sesuai dengan kebutuhan, kemampuan dan profil risikonya,” ujarnya pada Senin, 24 Agustus 2026.

Ia menegaskan, peningkatan inklusi keuangan tidak semata-mata berkaitan dengan jumlah masyarakat yang sudah terhubung dengan lembaga keuangan formal.

Lebih dari itu, OJK ingin memastikan akses terhadap layanan keuangan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendorong terbentuknya perilaku keuangan yang lebih sehat.

Primandanu menyebut capaian literasi dan inklusi keuangan Kalteng merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Mulai dari pemerintah daerah, TPAKD, lembaga jasa keuangan, lembaga pendidikan, komunitas, media hingga pemangku kepentingan lainnya.

Ke depan, OJK akan memperkuat program literasi dan inklusi keuangan dengan pendekatan yang lebih berkualitas. Edukasi akan diarahkan agar masyarakat tidak hanya mengetahui produk keuangan, tetapi mampu mempertimbangkan manfaat, risiko dan kesesuaiannya dengan kondisi masing-masing.

“Pada akhirnya, yang ingin kita capai adalah keputusan keuangan yang lebih sehat sehingga akses terhadap layanan keuangan benar-benar memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Primandanu. (TESTI PRISCILLA/j)