BORNEONEWS, Jakarta – Perubahan dunia kerja yang dipengaruhi perkembangan teknologi, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), perubahan struktur industri hingga mobilitas tenaga kerja menuntut sumber daya manusia yang semakin adaptif dan kompeten.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor mengatakan, peningkatan kompetensi harus berjalan beriringan dengan penguatan perlindungan pekerja agar perubahan dunia kerja tidak mengurangi pemenuhan hak tenaga kerja.
“Pembangunan ketenagakerjaan harus menghadirkan tiga hal, yakni pekerjaan yang layak, pekerja yang kompeten, dan pelindungan yang berkeadilan,” kata Afriansyah, Senin, 24 Agustus 2026.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan industri membuat tenaga kerja harus mampu terus menyesuaikan keterampilan.
Karena itu, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjadikan peningkatan kompetensi sebagai salah satu fokus dalam mempersiapkan pekerja menghadapi kebutuhan dunia kerja yang terus berubah.
Salah satu langkah yang diperkuat adalah peran balai pelatihan vokasi dalam menyiapkan tenaga kerja dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan industri.
“Balai pelatihan vokasi memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.
Afriansyah menilai pelatihan vokasi tidak hanya bertujuan memberikan keterampilan teknis. Peserta juga perlu dipersiapkan agar mampu beradaptasi ketika memasuki lingkungan kerja.
Selain peningkatan kompetensi, Kemnaker juga terus mendorong perlindungan tenaga kerja, meliputi pemenuhan hak atas upah, jaminan sosial, keselamatan dan kesehatan kerja hingga penyelesaian perselisihan hubungan industrial.
Menurut Afriansyah, perlindungan pekerja menjadi bagian penting dalam menciptakan hubungan industrial yang sehat.
Kepastian terhadap hak pekerja dinilai harus berjalan seiring dengan terciptanya iklim usaha yang mendukung keberlangsungan perusahaan dan pertumbuhan ekonomi.
“Pekerja yang kompeten harus didukung dengan pelindungan yang baik. Keduanya menjadi bagian penting dalam membangun ketenagakerjaan yang kuat,” katanya.
ANTARA









