PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mengupayakan helikopter water bombing dapat tiba di Kobar pada pekan ini untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Pelaksana BPBD Kobar Samuel, Senin, 24 Agustus 2026, mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Kalimantan Tengah terkait percepatan kedatangan helikopter tersebut.

"Beberapa hal yang sudah kami koordinasikan dengan BPBD Provinsi Kalimantan Tengah yaitu bagaimana agar bisa secepatnya mendatangkan helikopter water bombing di Kobar," kata Samuel.

Samuel menyebut, berdasarkan informasi yang diterima dari Komandan TNI AU, helikopter tersebut kemungkinan sudah berada di Kobar pada pekan ini.

"Kami mendapatkan info dari Komandan TNI AU kemungkinan minggu ini helikopter tersebut akan berada di Kobar," jelas Samuel.

Menurut Samuel, kedatangan helikopter water bombing diharapkan dapat memperkuat penanganan karhutla, terutama pada lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat dan kawasan yang masih memiliki titik api.

Saat ini, sejumlah titik api masih ditemukan di Kobar. Salah satunya berada di kawasan Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama Km 13 hingga Km 15.

"Dalam beberapa hari ini juga terdapat titik api di Dusun Karanganyar yang sebagian masih menyala, kawasan Kubu-Keraya dan beberapa titik lainnya yang masih dilakukan penanganan," jelasnya.

Samuel mengatakan, kondisi lahan yang terbakar menjadi tantangan dalam proses pemadaman karena rata-rata berada di kawasan rawa yang mengering dan sangat rawan terbakar.

"Rata-rata yang terbakar berada di daerah rawa kering dan kondisinya rawan sekali kebakaran," jelas Samuel.

BPBD Kobar mencatat luas lahan yang terbakar sejak Januari hingga saat ini telah mencapai lebih dari 900 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 700 hektare terjadi selama Agustus 2026.

Samuel juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan di tengah kondisi cuaca yang sangat kering.

"Karena saat ini kondisi cuaca sedang mengalami fenomena El Nino Godzilla, harapannya siapapun tidak melakukan pembakaran lahan," pungkasnya. (WAHYU KRIDA/j)