PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya — Kapolda Kalimantan Tengah, Irjen Pol Iwan Kurniawan, merilis rincian data kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah hukum Polres/ta jajaran Polda Kalteng untuk periode Januari hingga Agustus 2026.

Data tersebut menunjukkan total 22.203 titik panas (hotspot), 1.739 titik api (firespot), dan luasan lahan terbakar mencapai 4.920,20 hektare.

Berdasarkan rincian per wilayah, Kabupaten Kotawaringin Timur mencatat angka tertinggi dengan 5.424 hotspot, 331 firespot, dan 1.686 hektare lahan terbakar. Posisi kedua diikuti Kabupaten Kapuas dengan 3.628 hotspot, 103 firespot, dan 350 hektare. Kota Palangka Raya berada di urutan ketiga dengan 2.880 hotspot, 415 firespot, dan 484,2 hektare lahan terbakar.

Sementara itu, wilayah dengan luasan terbakar terkecil adalah Kabupaten Barito Timur, tercatat hanya 14,7 hektare, diikuti Murung Raya 73,23 hektare, dan Katingan 107,5 hektare.

Angka tersebut menjadi dasar bagi seluruh unsur untuk terus memperkuat pengawasan dan penanganan di wilayah-wilayah yang rawan kebakaran.

“Data ini menjadi gambaran nyata kondisi karhutla di Kalimantan Tengah hingga Agustus 2026. Meski angkanya masih ada, jika dibandingkan dengan periode El Nino sebelumnya  terutama 1997 dan 2006  luasan lahan terbakar saat ini jauh lebih rendah, meskipun El Nino tahun ini berkategori sangat kuat,” ujar Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan, Senin, 24 Agustus 2026.

Ia menegaskan bahwa data tersebut sekaligus menjadi acuan untuk meningkatkan kewaspadaan dan mempertegas penegakan hukum di setiap wilayah. Setiap kejadian karhutla tidak hanya dipadamkan, tetapi juga ditelusuri penyebab dan pihak yang bertanggung jawab.

Hingga saat ini, sebanyak 52 kasus sedang dalam proses penyelidikan dan 13 orang telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Kami terus bergerak menyinergikan kekuatan 10.700 personel Satgas Karhutla dan 650 personel tambahan melalui Operasi Aman Nusa di lima wilayah prioritas. Data ini bukan sekadar angka, melainkan bahan evaluasi bersama agar penanganan ke depan semakin tepat sasaran dan cepat,” tambahnya. (PATHUR/j)