PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Data akumulasi penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kalimantan Tengah sejak Januari 2026 mencatat 22.203 hotspot atau titik panas dan 1.739 fire spot atau titik api.

Luas lahan terbakar tercatat mencapai 7.634 hektare, meningkat dari data awal sebesar 4.920 hektare.

Dalam pemantauan harian, tercatat 858 hotspot dan 53 fire spot dengan penambahan luas lahan terbakar sekitar 190,96 hektare.

Sebaran lahan terbakar meliputi Kabupaten Kotawaringin Timur seluas 1.686 hektare, Kabupaten Kotawaringin Barat 508,5 hektare, Kota Palangka Raya 484,2 hektare, dan Kabupaten Barito Timur 14,7 hektare.

“Penanganan karhutla yang dilakukan secara bersama-sama berjalan dengan baik,” ujar Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran di Palangka Raya, Senin, 24 Agustus 2026.

Meski fenomena El Nino 2026 tergolong sangat kuat, luas lahan terbakar di Kalimantan Tengah masih jauh lebih rendah dibandingkan kejadian pada 1997 yang mencapai sekitar dua juta hektare.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama unsur TNI, Polri, masyarakat, dan berbagai pihak terkait terus melakukan upaya pencegahan dan penanganan agar kondisi karhutla tetap terkendali serta tidak mengganggu aktivitas masyarakat. (HERMAWAN DP/R)