BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Madrasah di Kabupaten Kapuas didorong untuk memanfaatkan kesempatan mengikuti program Madrasah Adiwiyata dengan memperkuat penataan lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, tertata, dan ramah anak.
Keikutsertaan tersebut dinilai penting tidak hanya untuk memenuhi kesiapan program, tetapi juga mendorong madrasah menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman bagi peserta didik.
Dorongan itu disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kapuas Achmad Farichin saat memberikan arahan dalam pertemuan cross check kesiapan Calon Madrasah Adiwiyata (CSA) di Aula KH. Karlin Aminin Kantor Kemenag Kapuas, Senin, 24 Agustus 2026. Forum tersebut menjadi bagian dari persiapan madrasah yang akan mengikuti program Adiwiyata.
Farichin menilai keterlibatan madrasah dalam program tersebut merupakan kesempatan untuk menunjukkan keseriusan dalam membangun lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuh kembang peserta didik.
Menurutnya, madrasah tidak hanya dituntut menjalankan proses pembelajaran, tetapi juga perlu memperhatikan kondisi lingkungan tempat peserta didik belajar.
“Kita berharap madrasah kita bisa ikut kegiatan tersebut. Bagaimanapun juga madrasah ada Standar Nasional Pendidikan. Harapannya itu madrasah kita ramah anak, bersih, sehat,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kesempatan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Dinas Lingkungan Hidup kepada madrasah untuk turut serta dalam program Adiwiyata.
Menurutnya, keterlibatan tersebut menjadi ruang bagi madrasah untuk terus melakukan pembenahan lingkungan sekaligus menunjukkan keberadaan madrasah sebagai bagian dari ekosistem pendidikan di Kabupaten Kapuas.
Farichin meminta keterbatasan kondisi madrasah tidak menjadi alasan untuk bersikap pesimis dalam mengikuti program tersebut.
Pembenahan dapat dilakukan secara bertahap, mulai dari penataan halaman hingga lingkungan sekitar madrasah agar lebih bersih, rapi, dan nyaman.
“Kalah menang biasa, itu hal biasa. Jangan pesimis dulu karena hanya madrasah bapak ibu kecil. Madrasah tidak hanya sebatas belajar mengajar, tetapi juga perhatikan lingkungan madrasahnya,” tegasnya.
Pertemuan cross check kemudian diarahkan untuk memastikan kesiapan calon madrasah, baik dari kondisi lingkungan maupun kelengkapan dokumen yang dipersiapkan. (SABRIANOOR/R)








