JAKARTA –

BORNEONEWS, Banjarbaru – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi sebanyak 473 titik panas atau hotspot di Kalimantan Selatan pada Selasa, 25 Agustus 2026. Titik panas tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota.

Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor BMKG Kalimantan Selatan Utari Randiana mengatakan, data tersebut merupakan hasil pemantauan Sistem Informasi Hotspot Kalimantan hingga pukul 07.00 WITA.

Dari total 473 hotspot, sebanyak 425 titik berada pada kategori kepercayaan sedang, 32 titik kategori tinggi dan 16 titik kategori rendah.

“Dari total 473 titik panas tersebut, sebanyak 425 titik memiliki tingkat kategori sedang, 32 titik kategori tinggi, dan 16 titik dengan kategori rendah. Kategori sedang menjadi yang paling dominan dengan proporsi sekitar 89,9 persen,” kata Utari, Selasa, 25 Agustus 2026.

Kabupaten Hulu Sungai Selatan mencatat jumlah hotspot terbanyak dengan 118 titik. Disusul Kabupaten Tapin sebanyak 102 titik dan Kabupaten Banjar 99 titik.

Sementara dua wilayah yang tidak terdeteksi memiliki titik panas dalam pemantauan tersebut adalah Kota Banjarmasin dan Kabupaten Balangan.

Untuk kategori kepercayaan sedang, hotspot tersebar di Kabupaten Banjar, Barito Kuala, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Kotabaru, Tabalong, Tanah Bumbu, Tanah Laut, Tapin serta Kota Banjarbaru.

Sedangkan titik panas kategori tinggi terdeteksi di tujuh wilayah, yakni Banjar, Barito Kuala, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Tanah Bumbu, Tapin dan Kota Banjarbaru.

BMKG juga mengeluarkan sistem peringatan bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa.

Hasil pemantauan menunjukkan hampir seluruh wilayah di 13 kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan berada dalam zona merah, yang menunjukkan tingkat bahaya karhutla sangat tinggi.

Masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di tengah kondisi lahan yang semakin kering.

ANTARA