BORNEONEWS, Pontianak – Kodam XII/Tanjungpura menyiagakan sekitar 1.200 personel tambahan untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.
Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito mengatakan, pengerahan pasukan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden, jajaran menteri, Panglima TNI dan Kapolri dalam memperkuat penanganan karhutla.
Sebanyak tiga satuan setingkat batalyon (SSY) atau sekitar 1.200 personel dikerahkan secara bertahap. Di antaranya terdapat personel Yonif TP 538/PTA dari jajaran Kodam V/Brawijaya.
Pasukan tambahan itu juga dibekali peralatan pemadaman serta tim sosialisasi yang akan mendukung upaya pencegahan dan penanganan kebakaran di wilayah yang membutuhkan penguatan.
“Sebagai Dansatgas, kami bekerja sama dengan instansi vertikal, Pemprov Kalbar, BPBD, Polda, BNPB, hingga relawan Manggala Agni dan masyarakat,” kata Novi di Sungai Raya, Selasa, 25 Agustus 2026.
Menurutnya, penempatan personel akan disesuaikan dengan kebutuhan serta perkembangan kondisi karhutla di masing-masing kabupaten.
Strategi tersebut diharapkan dapat mempercepat respons terhadap kebakaran sekaligus mencegah api meluas ke wilayah lainnya.
Novi optimistis kolaborasi lintas instansi mampu menekan kejadian karhutla meskipun Kalimantan Barat masih menghadapi kondisi kemarau.
“Meski kondisi masih kemarau, saya yakin dengan kebersamaan kita bisa mengurangi kebakaran ini secara signifikan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dampak karhutla tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan, pendidikan hingga aktivitas ekonomi.
“Kami mohon masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Mari kita dukung bersama agar masyarakat Kalbar terbebas dari masalah asap,” katanya.
Dengan tambahan 1.200 personel serta penguatan koordinasi antarlembaga, Kodam XII/Tanjungpura berharap penanganan karhutla dapat dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi selama musim kemarau.
ANTARA









