MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Barito Utara mendorong pembenahan sarana dan prasarana Bumi Perkemahan Panglima Batur di Kecamatan Teweh Selatan agar dapat dikembangkan menjadi pusat pembinaan kepramukaan di daerah.

Ketua Kwarcab Pramuka Barito Utara Maya Savitri Shalahuddin mengatakan, pembenahan tersebut juga mencakup rencana pembangunan Aula Kwarcab yang diharapkan mendukung berbagai aktivitas organisasi.

“Kami berharap dengan terbangunnya aula dan pembenahan Bumi Perkemahan Panglima Batur tersebut, nantinya dapat menjadi pusat pembinaan Gerakan Pramuka di daerah ini,” kata Maya di Muara Teweh, Selasa, 25 Agustus 2026.

Menurutnya, peningkatan fasilitas juga diperlukan agar Barito Utara semakin siap menjadi tuan rumah berbagai kegiatan kepramukaan, baik pada tingkat daerah maupun nasional.

“Dengan demikian, nama Barito Utara semakin dikenal atas kemajuan pembangunan generasi muda melalui Gerakan Pramuka,” ujarnya.

Maya berharap Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) bersama Pemerintah Kabupaten Barito Utara terus memberikan dukungan terhadap pengembangan Gerakan Pramuka.

Kwarcab, lanjut dia, berkomitmen membina generasi muda agar memiliki karakter kuat, mandiri, terampil serta mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan.

Peringatan Hari Pramuka tahun ini mengusung tema nasional “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”.

Rangkaian kegiatan di Barito Utara juga diisi dengan pelaksanaan Pesta Siaga Tahun 2026.

“Dalam rangkaian peringatan HUT Pramuka ini, di Kwarcab Barito Utara kita rangkai pula dengan pelaksanaan Pesta Siaga Tahun 2026,” kata Maya.

Sementara itu, Bupati Barito Utara Shalahuddin menilai Gerakan Pramuka memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, terampil dan mandiri.

Menurutnya, Pramuka juga dapat memberikan kontribusi terhadap upaya mendukung swasembada pangan melalui kegiatan yang disesuaikan dengan potensi daerah.

“Gerakan Pramuka dapat mengambil bagian melalui kegiatan nyata sesuai potensi daerah, seperti menanam pangan, mengelola lingkungan, memanfaatkan teknologi, mengembangkan usaha, membantu masyarakat, dan menghadirkan inovasi,” kata Shalahuddin.