BORNEONEWS, Teheran – Iran mendesak Amerika Serikat (AS) memenuhi seluruh ketentuan dalam nota kesepahaman yang disepakati sebagai bagian dari upaya penyelesaian konflik antara kedua negara.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan, Teheran tetap berupaya menjalankan ketentuan dalam memorandum tersebut dan meminta Washington melakukan hal yang sama.
“Kami sedang berupaya untuk menerapkan ketentuan memorandum dan Amerikalah yang harus mematuhi kewajibannya berdasarkan memorandum tersebut,” kata Ghalibaf melalui Telegram, Senin, 24 Agustus 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Ghalibaf saat bertemu Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Asim Munir di Teheran.
Dalam laporan tersebut, Munir disebut berperan sebagai mediator antara Iran dan Amerika Serikat dalam proses komunikasi kedua negara.
Ghalibaf menilai kegagalan AS menjalankan ketentuan dalam nota kesepahaman menjadi salah satu faktor yang menghambat terciptanya stabilitas kawasan serta memperbesar ketidakpercayaan Iran terhadap Washington.
Ia juga menegaskan tekanan terhadap Iran tidak akan mengubah sikap pemerintah Teheran dalam proses penyelesaian konflik.
Iran dan AS sebelumnya disebut telah menandatangani nota kesepahaman untuk menghentikan permusuhan. Namun, setelah kesepakatan tersebut, ketegangan kembali meningkat dan kedua pihak dilaporkan sempat melancarkan serangan.
Meski saat ini tidak ada aksi permusuhan terbuka yang dilaporkan berlangsung, konflik antara kedua negara disebut belum sepenuhnya terselesaikan.
Amerika Serikat juga dilaporkan meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran sebagai bagian dari upaya mendorong penyelesaian konflik.
Teheran menegaskan penyelesaian hanya dapat berjalan apabila seluruh pihak memenuhi komitmen yang telah disepakati dalam memorandum tersebut.
ANTARA









