BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Luas lahan yang terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, sejak Januari hingga 25 Agustus 2026 mencapai 1.059 hektare.
Plt Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar, Andan Santana, mengatakan data tersebut merupakan pembaruan hingga Selasa, 25 Agustus 2026.
“Dari Januari sampai update 25 Agustus 2026, total luas lahan yang terbakar mencapai 1.059 hektare,” jelas Andan Santana.
Berdasarkan data BPBD Kobar, Kecamatan Kumai menjadi wilayah dengan luasan lahan terbakar terbesar, yakni 663 hektare. Kemudian Arut Selatan 297 hektare, Kotawaringin Lama 32 hektare, Arut Utara 30 hektare, Pangkalan Banteng 26 hektare, dan Pangkalan Lada 8 hektare.
Selain luasan lahan terbakar, BPBD Kobar mencatat sebanyak 830 titik panas (hotspot) terdeteksi sejak Januari hingga 25 Agustus 2026.
Hotspot terbanyak berada di Kecamatan Arut Selatan sebanyak 517 titik, disusul Kumai 156 titik, Arut Utara 80 titik, Kotawaringin Lama 59 titik, Pangkalan Banteng 17 titik, dan Pangkalan Lada 1 titik.
“Total hotspot yang terpantau sampai saat ini sebanyak 830 titik,” jelas Andan Santana.
Sementara itu, menurut Andan Santana, jumlah kejadian karhutla yang tercatat mencapai 232 kejadian. Arut Selatan menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, yakni 129 kejadian, disusul Kumai 71 kejadian, Pangkalan Banteng 13 kejadian, Kotawaringin Lama 8 kejadian, Pangkalan Lada 7 kejadian, dan Arut Utara 4 kejadian.
Untuk penanganan pada Senin, 24 Agustus 2026, BPBD Kobar masih melakukan penanganan lanjutan di tiga lokasi.
“Untuk penanganan lanjutan kemarin ada di Jalan Poros Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama Km 13, Jalan Jenderal Sudirman Karang Anyar, dan area lahan Keraya,” jelas Andan Santana. (WAHYU KRIDA/y)









