BORNEONEWS, Palangka Raya – Komando Daerah Militer (Kodam) XXII Tambun Bungai membangun empat titik sumur bor di kawasan yang menjadi salah satu lokasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Jalan AMD, Kelurahan Petuk Katimpun, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satriya Budi, mengatakan pembangunan sumur bor tersebut menjadi salah satu upaya memperkuat ketersediaan sumber air bagi petugas dan relawan dalam menangani Karhutla.
“Dari Kodam ada empat titik sumur bor yang dibuat di lokasi Karhutla. Ini tentunya sangat membantu karena ketersediaan sumber air menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan kebakaran,” ujar Hendrikus, Rabu, 26 Agustus 2026.
Menurutnya, keberadaan sumur bor di sekitar lokasi kebakaran membuat proses pemadaman lebih efektif karena petugas tidak harus mencari sumber air yang lokasinya jauh dari titik api.
“Ini lebih efektif karena sumber airnya berada dekat dengan lokasi penanganan. Petugas bisa lebih cepat melakukan penyiraman ketika ada titik api maupun bara yang masih menyala,” katanya.
Hendrikus menambahkan, dukungan sarana dan prasarana dari berbagai pihak sangat dibutuhkan dalam menghadapi Karhutla.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, relawan dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan di lapangan.
Ia berharap empat titik sumur bor tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal, tidak hanya untuk pemadaman saat Karhutla berlangsung, tetapi juga mendukung kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran di kawasan Petuk Katimpun.
“Kami mengapresiasi dukungan Kodam. Dengan adanya tambahan sumber air ini, penanganan Karhutla di wilayah Jalan AMD dan sekitarnya diharapkan semakin cepat dan efektif,” pungkasnya.(MARINI)









