PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Upaya memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan di kawasan Petuk Katimpun, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya.

Salah satunya melalui pembangunan empat titik sumur bor untuk mendukung kebutuhan sumber air di lokasi penanganan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satriya Budi, mengatakan keberadaan sumber air menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat penanganan Karhutla di lapangan.

“Pembangunan sumur bor ini menjadi salah satu upaya memperkuat ketersediaan sumber air bagi petugas dan relawan dalam menangani Karhutla di Petuk Katimpun,” ujar Hendrikus, Selasa 25 Agustus 2026.

Menurut Hendrikus, sumber air yang berada lebih dekat dengan lokasi kebakaran akan memudahkan petugas dan relawan ketika melakukan pemadaman.

Kondisi tersebut juga dapat membantu mempercepat respons apabila kembali muncul titik api maupun bara yang berpotensi menyebabkan kebakaran meluas.

Ia menyebut pembangunan sumur bor tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap kebutuhan operasional petugas dan relawan yang selama ini bekerja di lapangan. Terlebih, kondisi Karhutla membutuhkan penanganan cepat dan ketersediaan sumber air yang memadai.

Hendrikus mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam memperkuat sarana penanganan Karhutla di wilayah Petuk Katimpun.

Menurutnya, kolaborasi sangat diperlukan karena penanganan kebakaran tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.

“Kita berharap fasilitas ini bisa dimanfaatkan secara optimal dan membantu petugas maupun relawan dalam melakukan pemadaman. Dengan sumber air yang tersedia, penanganan di lapangan diharapkan lebih efektif,” katanya.

Hendrikus menegaskan BPBD Kota Palangka Raya bersama unsur terkait akan terus melakukan pemantauan dan penanganan terhadap titik-titik yang berpotensi terjadi Karhutla. Masyarakat juga diimbau ikut menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Kodam atas dukungan dan pembangunan empat titik sumur bor ini. Fasilitas tersebut sangat membantu kami, terutama dalam memperkuat ketersediaan sumber air di lokasi Karhutla,” katanya. (MARINI/R)