SAMP –

BORNEONEWS, Sampit – Bangunan bekas kandang babi di RT 18, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur hangus terbakar setelah api dari kebakaran lahan merambat hingga ke bangunan tersebut, Selasa, 25 Agustus 2026.

Lurah Pasir Putih Zainal Arifin mengatakan, kebakaran lahan di lokasi tersebut sebelumnya juga sempat ditangani petugas. Saat itu, api berhasil dipadamkan sebelum kembali muncul beberapa hari kemudian.

"Di lokasi itu pernah kami padamkan juga malam Sabtu lalu ada kebakaran lahan. Saat itu ditangani sampai padam. Setelah itu beberapa hari kemudian, tadi muncul lagi kebakaran lahan sampai ke bangunan bekas kandang babi itu. Kemungkinan karena angin kencang,” kata Zainal.

Saat kebakaran kembali terjadi pada Selasa siang, warga segera melaporkan kejadian tersebut kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim. Petugas kemudian langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

Zainal menjelaskan, pada kejadian Sabtu malam lalu, titik api berada sekitar 20-30 meter dari bangunan bekas kandang babi. Kebakaran lahan tersebut kemudian kembali muncul hingga akhirnya menjalar ke bangunan.

"Kalau yang pemadaman pertama itu, malam Sabtu itu api sekitar 20-30 meter dari bangunan bekas kandang babi. Setelah itu mungkin nyala lagi karena angin kencang," ujarnya. Lokasi kebakaran berada di belakang SMA Negeri 4 Sampit, tepatnya di Jalan Pengaringan.

Bangunan yang terbakar merupakan konstruksi kayu dan sudah lama tidak digunakan. Pemiliknya telah meninggalkan bangunan tersebut sehingga tidak ada penghuni maupun hewan ternak di dalamnya saat kejadian.

"Bekas kandang babi itu merupakan bangunan kayu, sudah ditinggalkan oleh pemiliknya. Sudah lama kosong. Paling kerugian hanya bangunan itu saja. Dipastikan tidak ada penghuni maupun tidak ada ternaknya lagi," jelas Zainal.

Meski berada di kawasan yang terdapat permukiman, jarak bangunan dengan rumah warga diperkirakan sekitar 100-150 meter.

Zainal mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar kawasan rawan kebakaran, untuk tetap meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dan maraknya kebakaran lahan.

Ia juga meminta warga yang memiliki profil tank atau tempat penampungan air agar memastikan persediaannya tidak kosong. Ketersediaan air dinilai dapat membantu petugas ketika harus melakukan pemadaman kebakaran.

"Saya imbau warga tetap waspada dan yang punya profil-profil air itu kalau bisa jangan sampai kosong. Siapa tahu nanti ada kejadian-kejadian kebakaran agar memudahkan juga petugas untuk membantu ketersediaan air pemadaman," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/R)