BORNEONEWS, Sampit – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pengajian Annur, Jalan Merak, Kelurahan Baamang Hilir, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menjadi momentum bagi jemaah untuk tidak sekadar mengenang Rasulullah, tetapi juga menerapkan keteladanan akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.
"Jangan sampai Maulid hanya menjadi acara tahunan. Setelah kita mengenang Rasulullah, harus ada akhlak beliau yang kita bawa pulang dan kita praktikkan dalam kehidupan," kata Pimpinan Pengajian Annur Ustaz Badar, Selasa, 25 Agustus 2026.
Kegiatan peringatan Maulid Nabi pengajian Annur tersebut telah digelar pada Senin malam, 24 Agustus 2026.
Ustaz Badar menekankan, Maulid Nabi merupakan kesempatan untuk kembali mengingat berbagai keteladanan Rasulullah sekaligus menjadikannya sebagai pedoman dalam berinteraksi dengan keluarga maupun masyarakat.
Rasulullah, kata dia, telah memberikan contoh dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk bagaimana menunjukkan kasih sayang, menghormati orang lain, menjaga hubungan persaudaraan serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
"Kita sering mengaku mencintai Rasulullah. Karena itu, mari kita buktikan dengan menjaga ucapan, menghormati sesama, mempererat persaudaraan, dan menjadi orang yang bermanfaat," ujarnya.
Suasana peringatan Maulid semakin terasa khusyuk ketika kelompok Habsyi Pengajian Annur melantunkan salawat. Jemaah mengikuti rangkaian salawat dengan penuh penghayatan.
Lantunan yang dibawakan dengan iringan musik Habsyi tersebut menggunakan nada dan lirik yang menyentuh karya penyair Okan. Tabuhan khas Habsyi berpadu dengan lantunan salawat sehingga menciptakan suasana religius sepanjang kegiatan.
Jemaah tampak larut dalam alunan salawat sebagai ungkapan kecintaan dan kerinduan kepada Rasulullah. Nuansa tersebut membuat peringatan Maulid tidak hanya terasa sebagai kegiatan seremonial.
Melalui kegiatan tersebut, jemaah diharapkan semakin mengenal sosok Nabi Muhammad SAW sekaligus mampu menerapkan nilai-nilai keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Ustaz Badar menegaskan bahwa kecintaan kepada Rasulullah seharusnya tercermin melalui perilaku. Bukan hanya dengan memperbanyak penyebutan nama beliau, tetapi juga dengan berusaha mengikuti akhlak yang telah dicontohkan.
Dengan demikian, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diharapkan membawa dampak nyata bagi kehidupan jemaah, baik dalam keluarga maupun ketika berinteraksi dengan masyarakat di lingkungan sekitar. (DEWI PATMALASARI/j)









