PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Karang Taruna Provinsi Kalimantan Tengah membuka rumah oksigen dan layanan pengobatan gratis bagi masyarakat yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ketua Karang Taruna Kalteng Candra Ardinata mengatakan, layanan tersebut disiapkan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

“Kami hadir untuk membantu masyarakat dengan mendirikan tenda dan rumah oksigen. Ini menjadi wujud nyata kepedulian sesuai dengan kemampuan yang kami miliki,” kata Candra di Palangka Raya, Rabu, 26 Agustus 2026.

Karang Taruna mendirikan dua tenda besar yang berlokasi di Kelurahan Petuk Katimpun, Kota Palangka Raya, serta Desa Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau.

Selain menjadi tempat pelayanan kesehatan, tenda tersebut dilengkapi fasilitas oksigen bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat kabut asap, termasuk masyarakat dengan keluhan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Candra mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari misi kemanusiaan Karang Taruna dalam membantu masyarakat selama karhutla masih berlangsung.

Pengurus Karang Taruna tingkat nasional juga turut memberikan dukungan terhadap penyediaan layanan tersebut.

“Kami berharap kehadiran rumah oksigen ini dapat menjadi pertolongan awal bagi warga yang terdampak kabut asap,” ujarnya.

Lurah Petuk Katimpun Bereta Asih mengapresiasi keberadaan layanan kesehatan dan rumah oksigen tersebut karena dinilai membantu masyarakat di tengah dampak kabut asap.

“Kami sangat membutuhkan kepedulian pemerintah dan berbagai pihak karena karhutla menjadi bencana bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kalteng Anang Dirjo yang mewakili Gubernur Kalteng Agustiar Sabran juga mengapresiasi langkah tersebut.

Selain rumah oksigen dan pengobatan gratis, kegiatan turut dilengkapi pasar murah bagi masyarakat yang terdampak karhutla.

“Saya berharap pemerintah, masyarakat, relawan dan organisasi sosial terus memperkuat sinergi. Kita perlu bersama-sama menangani dampak karhutla,” ujar Anang.

Keberadaan rumah oksigen tersebut diharapkan dapat menjadi layanan pertolongan awal bagi warga, terutama di wilayah yang terdampak cukup berat oleh kabut asap karhutla.