PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Tim Tanggap Darurat PT Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah kebun milik perusahaan lainnya yaitu PT Sawit Surya Sejati, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), selama dua hari berturut-turut, 8 dan 9 Agustus 2026.

Pimpinan Tim Operasional PT SSMS Tbk  Andri Najiburrohman, Rabu, 26 Agustus 2026 mengatakan, pemadaman dilakukan pada Sabtu, 8 Agustus 2026 dan Minggu, 9 Agustus 2026 dengan melibatkan personel dari sejumlah estate.

"Pemadaman kebakaran di PT Sawit Surya Sejati dilakukan dua hari berturut-turut, yakni Sabtu, 8 Agustus 2026 dan Minggu, 9 Agustus 2026," jelas Andri Najiburrohman.

Andri Najiburrohman mengatakan, hari pertama, Sabtu, 8 Agustus 2026, tim dikerahkan mulai pukul 10.30 WIB. Personel yang terlibat terdiri dari enam orang Tim Tanggap Darurat KNE (Kenambui Estate), tiga orang Tim Tanggap Darurat RDE (Rangda Estate), serta satu orang operator mobil pemadam kebakaran.

"Personel yang dikerahkan pada hari Sabtu terdiri dari Tim Tanggap Darurat KNE sebanyak enam orang, RDE tiga orang dan satu orang operator truk atau mobil damkar," jelas Andri Najiburrohman.

Andri Najiburrohman mengatakan, dalam proses pemadaman, tim menggunakan satu unit mobil pemadam kebakaran, satu Emdek, delapan selang keluar dan satu selang hisap.

Andri Najiburrohman menjelaskan, proses pemadaman pada hari pertama berjalan tanpa kendala berarti.

"Untuk kendala pada hari Sabtu tidak ada kendala pada saat melakukan pemadaman api," jelas Andri Najiburrohman.

Selanjutnya, menurut Andri Najiburrohman, Minggu, 9 Agustus 2026, pemadaman kembali dilakukan mulai pukul 08.30 WIB. Kali ini, tim yang diterjunkan terdiri dari empat personel KNE, tiga personel RDE dan tiga personel SLE (Sulung Estate).

"Untuk hari Minggu, personel yang dikerahkan terdiri dari Tim Tanggap Darurat KNE empat orang, RDE tiga orang dan SLE tiga orang," kata Andri Najiburrohman.

Peralatan yang digunakan pada hari kedua meliputi satu unit mobil pemadam kebakaran, dua Emdek, satu selang hisap dan sembilan selang keluar.

Namun, proses pemadaman pada hari kedua menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya kondisi jalan menuju lokasi yang tidak dapat dilalui menggunakan unit bergerak.

"Kendalanya kondisi jalan yang tidak bisa diakses menggunakan unit bergerak. Selain itu, ketersediaan air hanya dapat kita gunakan kurang lebih 3,5 jam," jelas Andri Najiburrohman.

Andri Najiburrohman mengatakan, dalam penanganan lanjutan, tim Tanggap Darurat Estate kembali melakukan pengendalian karhutla dengan luasan sekitar 5 hektar.

"Untuk pengendalian yang sudah dilakukan dengan luasan sebesar kurang lebih 5 hektar oleh tim Tanggap Darurat Estate," jelas Andri Najiburrohman. (WAHYU KRIDA/y)