BORNEONEWS, Palangka Raya - Guru dituntut semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi pendidikan. Kemampuan memanfaatkan teknologi digital menjadi salah satu penunjang untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Semangat tersebut menjadi bagian dari pelatihan yang digelar Tim Pengabdian kepada Masyarakat atau PkM Hibah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Palangka Raya di SMP Negeri 6 Palangka Raya.
Sebanyak 30 guru MIPA menjadi peserta dalam kegiatan bertajuk “Penguatan Kompetensi STEAM Guru MIPA melalui Pelatihan Digitalisasi Konten Sains Menggunakan Tinkercad dan Scratch”.
"Dalam pelatihan tersebut, guru diperkenalkan dengan pendekatan Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM) yang dipadukan dengan pemanfaatan aplikasi digital," kata Ketua Tim PkM, Ennike Gusti Rahmi, M.Pd. dalam rilisnya kepada Borneonews pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Nuni Rismayanti Nurkalbi, S.Pd., M.Biomed., sebagai narasumber, memberikan materi mengenai penggunaan Tinkercad dan Scratch dalam merancang serta mengembangkan konten pembelajaran sains.
Pendekatan ini diharapkan mampu membantu guru menciptakan pembelajaran yang tidak sekadar menyampaikan teori, tetapi juga mendorong kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, dan keterampilan berpikir peserta didik.
"Kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi guru untuk berbagi pengalaman dan mendiskusikan peluang penerapan teknologi dalam pembelajaran di sekolah," tambah Rahmi.
Kegiatan dilengkapi pre-test dan post-test untuk melihat perkembangan pemahaman peserta. Peserta juga diminta mengisi angket sebagai bahan evaluasi pelaksanaan pelatihan.
Tim PkM berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kepercayaan diri guru dalam menggunakan teknologi digital sekaligus memperkuat penerapan pembelajaran berbasis STEAM di SMP Negeri 6 Palangka Raya. (TESTI PRISCILLA/H)









