BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) memperkuat kesiapan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) dalam mencegah dan menangani dampak kabut akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama terhadap risiko gangguan kesehatan pernapasan masyarakat.
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin di Palangka Raya, Rabu, mengatakan bahwa pihaknya telah meninjau sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan, yakni Puskesmas Menteng, Puskesmas Kereng Bengkirai, dan Puskesmas Pahandut guna memastikan kesiapan pelayanan kesehatan di tengah potensi peningkatan kasus gangguan pernapasan.
"Peninjauan ini untuk memastikan kesiapan pelayanan di masing-masing puskesmas, termasuk ketersediaan oksigen yang menjadi salah satu kebutuhan penting dalam menghadapi dampak kabut asap," katanya.
Ia mengatakan ketersediaan oksigen perlu dipastikan karena paparan asap karhutla berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat, khususnya meningkatkan risiko gangguan pada sistem pernapasan.
Selain ketersediaan oksigen, Pemkot Palangka Raya juga memastikan pelayanan di puskesmas tetap berjalan dan mampu memberikan penanganan awal bagi masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan akibat paparan asap.
Langkah tersebut bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat kesiapsiagaan sektor kesehatan seiring masih adanya potensi karhutla di sejumlah wilayah di Kota Palangka Raya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya Riduan menambahkan pihaknya juga telah menyiapkan ruang oksigen di 11 puskesmas sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap dan penurunan kualitas udara akibat karhutla.
Dia mengatakan fasilitas tersebut disiapkan untuk memberikan penanganan awal bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan, terutama ketika kualitas udara di wilayah setempat memburuk.
Ia menerangkan 11 ruang oksigen disiapkan di Puskesmas Menteng, Bukit Hindu, Pahandut, Jekan Raya, Kereng Bangkirai, Kalampangan, Marina Permai, Rakumpit, Tangkiling serta fasilitas kesehatan lainnya yang tersebar di Kota Palangka Raya.
Pihaknya juga mengoptimalkan peran puskesmas pembantu (pustu) tersebar di 30 kelurahan guna memudahkan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan apabila mengalami gangguan pernapasan.
"Kalau masyarakat mengalami batuk, pilek atau gejala infeksi saluran pernapasan akut (ispa), kami mengimbau agar segera datang ke fasilitas kesehatan yang telah disiapkan pemerintah," ujarnya.
Dinkes Kota Palangka Raya juga terus memantau perkembangan kasus ispa sebagai salah satu dampak yang berpotensi meningkat ketika kualitas udara menurun akibat kabut asap.
"Masyarakat juga harus bisa menjaga diri dengan memenuhi kebutuhan gizi dan vitamin harian, memperbanyak minum air putih, mengurangi aktivitas di luar ruangan dan selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan," katanya.
ANTARA









