BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) membagikan 1.000 masker kepada masyarakat sebagai upaya meminimalkan dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah setempat.
"Pembagian masker ini kami dilakukan di sejumlah titik di Jalan RTA Milono dan Jalan Willem AS kepada warga dan pengguna jalan yang tetap beraktivitas di luar ruangan," kata Plt Kepala DLH Kota Palangka Raya, Untung Sutrisno di Palangka Raya, Rabu.
Dia mengatakan pembagian masker merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat di tengah kondisi kualitas udara yang terdampak asap karhutla.
"Kami membagikan masker kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian pemerintah di tengah kondisi udara yang kurang baik akibat asap karhutla. Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan," katanya.
Ia mengatakan paparan asap secara terus-menerus berpotensi mengganggu kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan.
Karena itu, masyarakat diimbau membatasi aktivitas di luar rumah apabila tidak mendesak, khususnya ketika kondisi kualitas udara memburuk. Penggunaan masker menjadi salah satu upaya perlindungan untuk mengurangi paparan langsung terhadap asap.
Selain menangani dampak asap, DLH Kota Palangka Raya terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam mencegah terjadinya karhutla.
Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
"Penanganan dampak asap membutuhkan kepedulian bersama. Pemerintah terus melakukan upaya sesuai kewenangan, namun pencegahan karhutla juga sangat bergantung pada kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran yang dapat memicu kebakaran," ujarnya.
Untung mengatakan upaya perlindungan masyarakat dan pencegahan karhutla perlu dilakukan secara bersamaan agar dampak terhadap kesehatan dan kualitas lingkungan dapat ditekan.
Melalui pembagian masker tersebut, Pemkot Palangka Raya berharap masyarakat semakin terlindungi dari paparan asap sekaligus meningkatkan kesadaran untuk bersama-sama mencegah karhutla.
DLH juga mengajak masyarakat menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan sehingga kualitas udara di Kota Palangka Raya dapat kembali membaik.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mencatat 428,46 hektare lahan yang tersebar di empat kecamatan di daerah setempat terbakar selama periode 1 Juni hingga 24 Agustus 2026.
Selama periode 1 Juni sampai 24 Agustus 2026 itu, terjadi 336 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 428,46 hektare. Kejadian terbanyak berada di Kecamatan Jekan Raya, diikuti wilayah Kecamatan Sebangau.
Berdasarkan data BPBD, Kecamatan Jekan Raya menjadi wilayah dengan kejadian karhutla terbanyak, yakni 229 kejadian, disusul Kecamatan Sebangau 72 kejadian, Pahandut 25 kejadian dan Bukit Batu delapan kejadian. Sementara Kecamatan Rakumpit tercatat nihil kejadian.
ANTARA









