BORNEONEWS, Tamiang Layang - Sebanyak 131 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Kelas IIB Tamiang Layang mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Al-Akbar Rutan Tamiang Layang, Rabu, 26 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan kepribadian untuk memperkuat nilai keagamaan sekaligus membentuk karakter warga binaan.
Peringatan Maulid Nabi tahun ini mengusung tema “Menanamkan Akhlak Mulia Dalam Kehidupan Dengan Meneladani Rasulullah SAW”.
Tema tersebut menjadi pijakan kegiatan untuk mengajak warga binaan tidak sekadar mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadikan keteladanan beliau sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan selama mengikuti pembinaan.
Kepala Rutan Tamiang Layang, Agung Novarianto, dalam sambutannya menekankan pentingnya pembinaan keagamaan sebagai bagian dari proses perubahan perilaku warga binaan.
Menurutnya, kegiatan keagamaan dapat menjadi ruang refleksi sekaligus memperkuat bekal spiritual sebelum warga binaan kembali ke lingkungan masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Rutan, kemudian dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan saritilawah.
Suasana Masjid Al-Akbar berlangsung khidmat ketika Ustaz Abdur Rahim menyampaikan tausiyah mengenai keteladanan Rasulullah SAW, khususnya dalam membangun akhlak dan memperbaiki diri.
Dalam ceramahnya, Ustaz Abdur Rahim mengajak warga binaan menjadikan Maulid Nabi sebagai momentum untuk melakukan introspeksi dan meninggalkan perilaku yang tidak baik.
Keteladanan Rasulullah SAW, kata dia, dapat dijadikan pegangan dalam menjalani proses pembinaan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah kembali ke tengah masyarakat.
Agung Novarianto mengatakan, pembinaan keagamaan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan seremonial, tetapi diharapkan mampu diterapkan dalam perilaku sehari-hari.
“Peringatan Maulid Nabi ini menjadi momentum bagi kita semua untuk meningkatkan keimanan dan memperbaiki akhlak dengan meneladani Rasulullah SAW. Kami berharap nilai-nilai yang disampaikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi bekal bagi warga binaan untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Menurut Agung, pembentukan karakter merupakan bagian penting dalam proses pemasyarakatan. Karena itu, Rutan Tamiang Layang akan terus mendorong pelaksanaan program pembinaan yang menyentuh aspek kepribadian dan spiritual warga binaan secara berkelanjutan.
Setelah tausiyah, kegiatan ditutup dengan doa bersama. Seluruh rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah berlangsung tertib, aman dan lancar.
Melalui kegiatan tersebut, Rutan Tamiang Layang berharap nilai-nilai akhlak yang dicontohkan Rasulullah SAW dapat tumbuh dalam keseharian warga binaan.
Bekal spiritual dan perubahan karakter itu diharapkan menjadi modal penting bagi mereka untuk menjalani proses pembinaan hingga akhirnya kembali ke masyarakat dengan sikap dan perilaku yang lebih baik. (AGUSTINUS BOLE MALO/R)









