BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Bagi nelayan, perahu bukan sekadar alat transportasi. Di atas perahu itulah harapan untuk membawa pulang hasil tangkapan, memenuhi kebutuhan keluarga, dan menjaga roda perekonomian tetap berjalan. Karena itu, ketika kondisi perahu mulai membutuhkan perbaikan, aktivitas melaut pun ikut terhambat.
Persoalan inilah yang coba dijawab Minamas Plantation melalui anak usahanya, PT Indotruba Tengah, dengan memberikan bantuan perbaikan perahu/klotok kepada Kelompok Nelayan Berkah di Desa Pangkalan Banteng (Sebukat), Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.
Bantuan senilai Rp 33 juta tersebut diserahkan pada, Rabu, 26 Agustus 2026. Dukungan itu menjadi bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang diarahkan untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Bukan sekadar bantuan perbaikan sarana, perahu yang kembali layak digunakan diharapkan dapat membuka kembali ruang bagi para nelayan untuk bekerja dengan lebih lancar.
Dengan perahu sebagai sarana utama menangkap ikan, kelancaran aktivitas nelayan tentu berkaitan erat dengan penghasilan yang dibawa pulang ke rumah.
Penyerahan bantuan turut dihadiri Ketua Kelompok Nelayan Berkah Nita Suprihatin, Penyuluh Nelayan Fauzi, Sekretaris Desa Pangkalan Banteng Hendriyono, perwakilan manajemen PT Indotruba Tengah, anggota kelompok nelayan, serta tokoh masyarakat setempat.
Logistic Manager KTB Minamas Plantation, Marselinus Teddy Tukan mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun hubungan yang baik dengan masyarakat.
“Bantuan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus membangun hubungan yang baik dengan masyarakat. Kami berharap perbaikan perahu/klotok ini dapat membantu Kelompok Nelayan Berkah dalam menjalankan aktivitasnya dengan lebih baik, sehingga dapat memberikan dampak positif terhadap produktivitas dan perekonomian keluarga,” ujar Tonni Manurung.
Menurutnya, pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu aspek penting dalam pelaksanaan CSR perusahaan.
Karena itu, dukungan terhadap sarana produktif masyarakat tidak hanya dipandang sebagai bantuan sesaat. Lebih dari itu, perusahaan berharap fasilitas tersebut dapat membantu masyarakat mempertahankan sekaligus mengembangkan sumber penghidupannya secara berkelanjutan.
Bagi masyarakat Desa Pangkalan Banteng, perhatian semacam ini menjadi bentuk nyata hadirnya perusahaan di tengah kehidupan warga.
Sekretaris Desa Pangkalan Banteng Hendriyono mengapresiasi dukungan PT Indotruba Tengah kepada Kelompok Nelayan Berkah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Indotruba Tengah yang telah memberikan bantuan kepada Kelompok Nelayan Berkah. Perahu merupakan sarana penting bagi nelayan untuk menjalankan aktivitas mereka. Dengan adanya bantuan perbaikan ini, tentunya sangat membantu dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Hal serupa disampaikan Ketua Kelompok Nelayan Berkah, Nita Suprihatin. Baginya, bantuan tersebut memiliki arti penting karena menyentuh langsung kebutuhan kelompok nelayan.
“Kami sangat berterima kasih kepada PT Indotruba Tengah atas bantuan perbaikan perahu ini. Bantuan ini sangat berarti bagi kami karena perahu merupakan sarana utama untuk bekerja. Semoga setelah diperbaiki, perahu dapat digunakan dengan lebih baik dan aktivitas nelayan menjadi lebih lancar,” tutur Nita.
Dari sebuah perahu yang diperbaiki, ada harapan yang ikut dipulihkan. Harapan untuk kembali melaut, mendapatkan hasil tangkapan, dan memenuhi kebutuhan keluarga.
Inilah yang menjadi salah satu makna penting dari program CSR yang menyentuh sarana produktif masyarakat. Bantuan tidak berhenti pada pemberian fasilitas, tetapi diharapkan menjadi modal bagi masyarakat untuk terus bergerak dan mandiri.
PT Indotruba Tengah melalui program CSR-nya berkomitmen untuk terus membangun sinergi dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Dukungan terhadap Kelompok Nelayan Berkah menjadi salah satu langkah untuk memperkuat ekonomi lokal sekaligus menjaga hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat.
Sebab ketika masyarakat mampu kembali bekerja dengan sarana yang lebih baik, manfaat sebuah kepedulian tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi juga dapat menjadi bekal untuk kehidupan yang lebih berkelanjutan. (DANANG/R)









