BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) masih terus memadati sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kota Kuala Kapuas.
Pantauan di lapangan pada Rabu malam, 26 Agustus 2026, menunjukkan deretan kendaraan roda dua dan roda empat mengular panjang, salah satunya memadati ruas Jalan Patih Rumbih.
Fenomena antrean panjang ini sebenarnya telah disikapi Pemkab Kapuas melalui Rapat Evaluasi Kondisi Stok dan Kelancaran Jalur Distribusi BBM bersama Pertamina pada Kamis lalu.
Rapat koordinasi yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bupati Kapuas tersebut dipimpin langsung Sekda Kapuas, Usis I Sangkai, serta dihadiri jajaran Forkopimda dan perwakilan PT Pertamina.
Dalam rapat evaluasi tersebut, perwakilan PT Pertamina secara mengklaim di hadapan jajaran Pemkab Kapuas bahwa pasokan dan stok BBM di Kabupaten Kapuas dalam kondisi cukup serta tersedia secara berkelanjutan.
Pertamina menyampaikan antrean panjang di SPBU bukan dipicu oleh keterbatasan stok, melainkan akibat pemadaman listrik yang mengganggu operasional pompa SPBU serta dampak situasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap jalur distribusi.
Sekda Kapuas, Usis I Sangkai, menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak untuk mengatasi kendala pelayanan BBM tersebut.
"Kita selalu berkolaborasi, bersatu dan bersama-sama untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Harapannya, antrean panjang pada SPBU dapat segera teratasi, baik di Kota Kuala Kapuas maupun di tempat-tempat lainnya," ujar Usis.
Namun realita di lapangan yang masih diwarnai antrean panjang hingga akhir Agustus memicu pertanyaan publik terkait penanganan riil di lapangan.
Saat dimintai tanggapan Borneonews, mengenai kontras antara klaim ketersediaan stok Pertamina di hadapan Pemkab dengan kondisi antrean di SPBU malam ini, Sekda Kapuas Usis I Sangkai melalui pesan singkat menjawab, "Ya kita sudah berusaha."
Ketika ditanyakan lebih rinci mengenai langkah konkret seperti pengawasan di lapangan mengingat rilis Pemkab dinilai masih normatif, Usis menyatakan bahwa tindakan penanganan telah dilakukan.
"Sudah kita laksanakan. Hanya banyak faktor yg menjadi penyebabnya. Untuk detailnya ada penjelasan oleh Dinas Kominfo," tulis Usis merespons konfirmasi wartawan via obrolan singkat.
Kendati Pertamina menjamin ketersediaan BBM aman di hadapan pemerintah daerah, diharapkan ada langkah penanganan nyata agar masalah antrean di SPBU tak berlarut-larut. Hingga kini, Borneonews masih berupaya menghubungi pihak Pertamina terkait kontras yang ada. (SABRIANOOR/R)








