BORNEONEWS, Palangka Raya - Beragam produk kreatif berbasis kelapa sawit menjadi perhatian dalam gelaran Sawit Indonesia Expo & Conference atau SIEXPO 2026 di COEX Convention and Exhibition Center, Pekanbaru, Riau.
Melalui booth yang disiapkan dalam kegiatan tersebut, Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP menampilkan berbagai produk UMKM sawit sekaligus mainan edukasi yang memanfaatkan kelapa sawit dan produk turunannya.
Sejumlah produk yang dipamerkan menunjukkan bahwa pemanfaatan kelapa sawit tidak hanya terbatas pada produk pangan maupun bahan baku industri.
Di booth BPDP, pengunjung dapat melihat Clay Sawit yang mengandung kelapa sawit untuk menjaga tekstur clay agar tidak cepat mengeras.
Selain itu, terdapat kanvas melukis yang dibuat dari tandan kosong (tangkos) kelapa sawit. BPDP juga menampilkan mainan balok berbahan batang sawit serta rumah bongkar pasang yang memanfaatkan tandan kosong kelapa sawit sebagai bahan bakunya.
Produk-produk tersebut sekaligus menjadi gambaran mengenai potensi pengembangan produk turunan sawit yang dapat memberikan nilai tambah dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Booth BPDP juga menjadi salah satu ruang interaksi antara lembaga tersebut dengan berbagai pemangku kepentingan yang hadir dalam SIEXPO 2026.
Sejumlah stakeholders datang untuk berdiskusi dan mendapatkan informasi mengenai program-program BPDP dalam mendukung pengembangan industri kelapa sawit.
Sejumlah tokoh yang mengunjungi booth BPDP antara lain Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Pj Gubernur Riau SF Hariyanto, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, Bupati Rokan Hilir Bistaman, perwakilan asosiasi petani, perguruan tinggi, pelaku UMKM hingga mahasiswa.
Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah menyebut bahwa interaksi tersebut menjadi momentum bagi BPDP untuk memperluas komunikasi dan sinergi dengan berbagai pihak, khususnya dalam mengembangkan inovasi serta produk turunan kelapa sawit yang memiliki nilai ekonomi.
"Melalui sinergi yang terus dibangun, BPDP optimistis industri sawit Indonesia dapat berkembang semakin inklusif dan berkelanjutan," kata Helmi dalam rilisnya pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Pengembangan produk turunan dan penguatan UMKM diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi para pelaku usaha di berbagai daerah.
Upaya tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kelapa sawit memiliki ruang inovasi yang luas, mulai dari produk kebutuhan sehari-hari, kerajinan, hingga mainan edukasi yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha bernilai tambah.(TESTI PRISCILLA)









