BORNEONEWS, Tamiang Layang - Keterbatasan sumber air tidak menghalangi Regu Masyarakat Peduli Api (MPA) Pengembara Posko 1 dan 2 menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Padat Karya RT 12, Kelurahan Ampah Kota, Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur, Rabu, 26 Agustus 2026.
im bergerak setelah menerima laporan masyarakat mengenai kebakaran lahan yang dipenuhi semak belukar. Bersama tim pemadam kebakaran PT BKI yang mendukung pasokan air, petugas langsung menuju lokasi dan memulai pemadaman sekitar pukul 10.15 WIB.
Kasie Perlindungan Hutan dan Pemberdayaan Masyarakat KPHP Barito Hilir, Deddy Prayitno mengatakan tim segera melakukan pemadaman sekaligus membatasi jalur rambatan api agar kebakaran tidak meluas.
“Tim bergerak menuju lokasi kebakaran dan segera melakukan pemadaman dan pembatasan jalur api,” kata Deddy Prayitno dalam laporan kegiatan pemadaman KPHP Barito Hilir Posko 1 dan 2 MPA Pengembara.
Upaya pemadaman menghadapi tantangan karena di sekitar lokasi tidak tersedia sumber air. Kondisi tersebut membuat tim harus mengandalkan pasokan air dari tangki water supply milik PT BKI yang berjarak sekitar 100 meter dari titik api.
Karakter lahan yang terbakar juga membutuhkan penanganan serius. Area tersebut didominasi semak belukar dengan jenis tanah gambut, sementara tipe kebakaran terjadi pada bagian atas dan bawah lahan. Luasan area yang terbakar maupun yang berhasil dipadamkan diperkirakan sekitar dua hektare.
Untuk mempercepat penanganan, petugas mengerahkan tiga mobil operasional dan dua mesin pompa Honda 160GX berkekuatan 5 HP.
Peralatan pemadaman lainnya meliputi empat jet shooter, lima kopyok, tujuh jerigen air berkapasitas 20 liter, empat unit HT, dua selang hisap, serta 12 roll selang penghantar berukuran 1,5 inci.
Tim juga menggunakan dua nozzle 1,5 inci dan satu konektor Y 1,5-1,5 inci. Seluruh peralatan tersebut digunakan untuk menjangkau titik api sekaligus membasahi area yang berpotensi menjadi jalur rambatan kebakaran.
Setelah lebih dari dua jam melakukan penanganan, petugas berhasil memadamkan area yang terbakar. Operasi pemadaman berakhir sekitar pukul 12.30 WIB dengan kondisi terakhir di lokasi dilaporkan padam.
Lokasi kebakaran berada di kawasan berstatus Areal Penggunaan Lain (APL). Kondisi tanah gambut menjadi perhatian karena api dapat bertahan di bawah permukaan sehingga proses pemadaman perlu dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.
Penanganan tersebut menunjukkan pentingnya respons cepat ketika laporan karhutla diterima, terutama pada kondisi lahan yang mudah terbakar dan minim sumber air.
Sinergi MPA Pengembara dengan tim pemadam PT BKI turut mendukung upaya mengendalikan api sebelum meluas ke area lain. (AGUSTINUS BOLE MALO/R)









