BORNEONEWS, Tamiang Layang - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Lebo, Kecamatan Pematang Karau, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, mendapat penanganan cepat setelah kobaran api merambat menuju kebun sawit milik masyarakat, Rabu, 26 Agustus 2026.
Kasi Perlindungan Hutan dan Pemberdayaan Masyarakat KPHP Barito Hilir, Deddy Prayitno, mengatakan kondisi lahan yang terbakar berupa semak belukar di atas tanah gambut. Karakter lahan tersebut membuat api berpotensi bergerak lebih jauh apabila tidak segera dikendalikan.
"Lokasi terbakar dipenuhi tanaman semak belukar dan api merambat ke arah kebun sawit masyarakat. Karena itu, tim langsung bergerak melakukan pemadaman dan membatasi jalur api," katanya.
Menurut Deddy, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 0,5 hektare. Kebakaran memiliki tipe api atas dan bawah, sehingga penanganannya tidak hanya berfokus pada kobaran yang terlihat di permukaan, tetapi juga dilakukan pendinginan pada area yang berpotensi menyimpan bara.
Pemadaman berlangsung mulai pukul 14.32 WIB hingga 17.00 WIB. Regu MPA Pengembara Posko 1 dan Posko 2 bersama tim damkar PT BKI serta masyarakat dikerahkan untuk mengendalikan api.
"Kendala utama di lapangan adalah tidak adanya sumber air di sekitar lokasi. Namun dengan dukungan personel dan peralatan yang ada, proses pemadaman tetap dapat dilakukan sampai kondisi api dinyatakan padam," ujarnya.
Tim mengerahkan tiga mobil operasional, mesin pompa Honda 160GX 5 HP, empat jet shooter, lima kopyok, lima roll selang penghantar, dua nozzle serta sejumlah perlengkapan pendukung lainnya. Tim damkar PT BKI turut membantu suplai air selama proses pemadaman.
Deddy menuturkan, penanganan dilakukan dengan memadamkan titik api sekaligus membuat pembatas untuk menghentikan perambatan kebakaran. Upaya tersebut berhasil mengendalikan api pada area yang diperkirakan seluas 0,5 hektare.
"Situasi terakhir di lokasi sudah padam. Pemadaman dilakukan sampai seluruh area yang terbakar berhasil ditangani," tegas Deddy.
Lokasi kebakaran berada di kawasan Area Penggunaan Lain (APL), dengan titik koordinat 1.776909°S, 115.120446°E. Setelah pemadaman selesai, kondisi lokasi dinyatakan terkendali.
Kebakaran di lahan gambut ini menjadi perhatian karena api sempat bergerak ke arah kebun sawit masyarakat.
Keterbatasan sumber air di sekitar titik kebakaran juga menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pengendalian karhutla di lapangan. (AGUSTINUS BOLE MALO/R)









