SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai melihat pola struktur ekonomi daerah dari hasil sementara Sensus Ekonomi 2026. Industri pengolahan muncul sebagai salah satu sektor yang mendominasi aktivitas perekonomian setempat.

Kepala BPS Kotim Eddy Surahman mengatakan, kesimpulan akhir belum dapat ditetapkan karena proses pendataan masih berlangsung hingga 31 Agustus 2026.

“Saat ini, kami masih belum menyimpulkan apa-apa karena pendataan ini belum selesai, tetapi sejauh ini gambaran distribusi sektor yang menopang PDRB di Kotim sudah mulai terlihat, di mana industri pengolahan memang mendominasi,” kata Eddy di Sampit, Kamis, 27 Agustus 2026.

Menurutnya, pola yang terlihat dari pendataan sementara juga mulai menunjukkan kesesuaian dengan struktur nilai tambah yang selama ini tercatat dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kotim.

“Kesesuaian antara nilai tambah yang dikumpulkan dari seluruh usaha di Sensus Ekonomi ini dengan nilai tambah yang kita catat di PDRB, polanya sudah mulai terlihat,” ujarnya.

Industri pengolahan mencakup berbagai kegiatan usaha yang mengolah bahan baku menjadi produk dengan nilai tambah lebih tinggi.

Di Kotim, salah satu penopang utama sektor tersebut adalah industri pengolahan kelapa sawit, khususnya minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).

“Jadi industri pengolahan itu macam-macam, semua usaha yang bergerak di industri pengolahan, terutama kalau di kita penopangnya industri CPO,” jelas Eddy.

Besarnya aktivitas industri pengolahan kelapa sawit berkaitan dengan ketersediaan bahan baku perkebunan yang cukup besar di wilayah Kotim.

BPS juga masih melanjutkan pendataan terhadap perusahaan-perusahaan berskala besar. Eddy mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Kotim dalam membantu petugas menjangkau kelompok usaha tersebut.

Menurutnya, sebagian besar perusahaan besar yang menjadi sasaran Sensus Ekonomi 2026 sudah berhasil didata. Namun, masih terdapat sejumlah perusahaan yang harus dikunjungi kembali untuk melengkapi informasi.

Data perusahaan besar tersebut akan digabungkan dengan hasil pendataan berbagai jenis usaha lainnya untuk memperoleh gambaran lebih menyeluruh mengenai struktur dan nilai tambah perekonomian Kotim.

BPS menegaskan gambaran dominasi industri pengolahan tersebut masih bersifat sementara hingga seluruh rangkaian Sensus Ekonomi 2026 selesai dan data melalui tahapan pengolahan lebih lanjut.