KUALA KAPUAS –

ORNEONEWS, Kuala Kapuas – Bangunan SDN 1 Bunga Mawar di Kecamatan Pulau Petak, Kabupaten Kapuas yang terbakar pada Sabtu, 22 Agustus 2026, disebut warga sekitar kerap menjadi tempat berkumpul sejumlah remaja, terutama pada sore hari.

Informasi tersebut disampaikan Elma, salah seorang warga sekitar sekolah. Menurutnya, keberadaan remaja yang berkumpul di kawasan tersebut cukup sering terlihat.

“Selalu tiap sore ada yang terlihat nongkrong,” ungkap Elma kepada Borneonews.

Meski demikian, keterangan warga tersebut belum dapat dikaitkan dengan penyebab kebakaran. Hingga saat ini, polisi juga belum menyimpulkan adanya keterlibatan pihak tertentu dalam peristiwa yang menghanguskan bangunan sekolah tersebut.

Polres Kapuas masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran yang diperkirakan menimbulkan kerugian sekitar Rp350 juta.

Kapolres Kapuas AKBP Rina Perwitasari melalui Kasatreskrim Polres Kapuas AKP Danny Arrizal Saputra mengatakan, penyelidikan dilakukan berdasarkan fakta, barang bukti dan keterangan yang diperoleh dari lokasi kejadian.

“Polres Kapuas masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran. Kami tidak ingin berspekulasi sebelum seluruh fakta dan keterangan yang ditemukan di TKP dianalisis secara menyeluruh,” ujar Danny, Kamis, 27 Agustus 2026.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 17.05 WIB di SDN 1 Bunga Mawar yang berlokasi di Jalan Pemuda Km 14,5, Desa Bunga Mawar.

Sehari setelah kejadian, Minggu, 23 Agustus 2026, polisi melakukan olah tempat kejadian perkara, meminta keterangan sejumlah saksi serta mengamankan sejumlah barang yang dinilai berkaitan dengan proses penyelidikan.

Dari pemeriksaan sementara, bangunan sekolah diketahui berukuran sekitar 21,35 meter x 8,75 meter dengan konstruksi lantai papan kayu, dinding plesteran dan atap seng multiroof.

Kerusakan paling parah ditemukan di bagian belakang bangunan yang berada dekat WC.

Polisi masih menganalisis seluruh temuan di lapangan untuk menentukan titik awal api dan penyebab pasti kebakaran.

“Kami memastikan penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap penyebab kebakaran berdasarkan fakta dan bukti yang ditemukan di lapangan,” kata Danny. (SABRIANOOR/j)