PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP terus memperkuat dukungan terhadap keberlanjutan industri kelapa sawit nasional. Upaya tersebut dilakukan melalui percepatan Program Peremajaan Sawit Rakyat atau PSR serta pengembangan sumber daya manusia atau SDM di sektor perkebunan.

Komitmen itu ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama atau PKS tiga pihak Program Dana Peremajaan Perkebunan Kelapa Sawit Batch VI secara simbolis. Kegiatan tersebut sekaligus dirangkai dengan kerja sama Program Pengembangan SDM Perkebunan.

Direktur Utama BPDP, Eddy Abdurachman, mengatakan PSR merupakan salah satu program strategis pemerintah untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat keberlanjutan perkebunan kelapa sawit rakyat.

Menurutnya, melalui PSR, tanaman kelapa sawit yang sudah tidak produktif diremajakan dengan menggunakan benih unggul. Selain itu, pekebun didorong menerapkan praktik budidaya yang baik atau Good Agricultural Practices (GAP).

“PSR merupakan salah satu program strategis pemerintah dalam meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan perkebunan kelapa sawit rakyat, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan pekebun,” ujar Eddy dalam rilisnya pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Dalam pelaksanaannya, BPDP berperan dalam mengelola dan menyalurkan dukungan pendanaan kepada kelembagaan pekebun sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pelaksanaan program juga melibatkan pemerintah daerah, perbankan mitra serta berbagai pemangku kepentingan terkait.

Eddy menegaskan, sinergi antarpihak menjadi bagian penting dalam mempercepat pelaksanaan PSR. Dengan dukungan pendanaan, penggunaan benih unggul dan penerapan GAP, program tersebut diharapkan mampu mendorong perkebunan rakyat menjadi lebih produktif, berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi pekebun.

Selain peremajaan tanaman, penguatan SDM perkebunan juga menjadi perhatian BPDP. Peningkatan kapasitas pekebun dan sumber daya manusia di sektor sawit dinilai penting untuk memastikan pengelolaan perkebunan berjalan semakin profesional serta mampu menghadapi tantangan industri kelapa sawit yang terus berkembang. (TESTI PRISCILLA/j)