PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kolaborasi penelitian menjadi salah satu fokus Prof Rahmawaty, S.Hut., M.Si., Ph.D., selama mengikuti Short-Term International Academic Program di Faculty of Forest Sciences and Ecology, Vytautas Magnus University, Lithuania.

Program yang berlangsung 17 Agustus hingga 16 September 2026 tersebut tidak hanya menjadi ajang pertukaran akademik, tetapi juga dimanfaatkan untuk memperkuat kerja sama penelitian dan pengembangan research grant antara kedua institusi.

Prof. Rahmawaty mengatakan, kerja sama penelitian internasional diperlukan untuk memperluas perspektif akademik sekaligus menghasilkan penelitian yang memiliki dampak lebih luas.

“Melalui kolaborasi, kita dapat menggabungkan pengalaman, keahlian, dan sumber daya penelitian dari masing-masing institusi. Ini penting untuk menghasilkan penelitian yang lebih kuat dan memiliki kontribusi yang lebih luas,” ujar Prof Rahmawaty kepada Borneonews pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Menurutnya, agenda lanjutan kerja sama penelitian menjadi salah satu bagian penting dalam program tersebut. Pembahasan diarahkan pada keberlanjutan kolaborasi yang sebelumnya telah dibangun antara Fakultas Kehutanan USU dan Faculty of Forest Sciences and Ecology, Vytautas Magnus University.

Selain penelitian, penguatan kerja sama juga diarahkan pada publikasi ilmiah. Salah satu agenda yang dilakukan adalah penyempurnaan artikel hasil kolaborasi untuk dipersiapkan menuju jurnal internasional bereputasi.

“Artikel yang sudah ada akan terus kami tingkatkan kualitasnya sebelum disubmit ke jurnal internasional yang bereputasi,” katanya.

Kerja sama juga diarahkan pada penyusunan buku monograf bersama. Menurut Prof Rahmawaty, publikasi dalam bentuk monograf dapat menjadi media untuk mendokumentasikan hasil pemikiran dan pengalaman akademik dari kedua institusi.

Ia berharap kerja sama tersebut tidak berhenti setelah program jangka pendek selesai. Sebaliknya, hubungan akademik yang telah terbangun dapat berkembang menjadi kolaborasi penelitian dan pendidikan yang berkelanjutan.

“Harapannya, program ini menjadi penguat untuk kerja sama jangka panjang, baik dalam penelitian, publikasi, pengajaran maupun pengembangan kapasitas akademik,” pungkasnya. (TESTI PRISCILLA/j)