PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Aksi Jali, siswa kelas VI SD NU Kota Palangka Raya, menarik perhatian warga saat ikut membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Langkai Permai I, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, Kamis, 27 Agustus 2026.

Jali terlihat masih mengenakan seragam sekolah ketika berada di sekitar lokasi kebakaran. Menggunakan garu tanah, ia membantu membersihkan semak dan material yang berpotensi menjadi perambatan api.

Jali mengaku tindakannya muncul karena prihatin melihat kebakaran dan kabut asap yang berdampak terhadap lingkungan tempat tinggalnya.

“Kalau apinya makin besar, lingkungan kami bisa rusak. Kami juga tidak mau asapnya semakin banyak,” ujar Jali.

Aksi tersebut mendapat perhatian dari warga dan aparatur kelurahan yang berada di lokasi.

Lurah Langkai Muhamad Abidin mengatakan, kepedulian yang ditunjukkan Jali menggambarkan bahwa kesadaran menjaga lingkungan dapat tumbuh sejak usia dini.

“Jali, sosok polos seorang anak menunjukkan bahwa rasa peduli terhadap lingkungan tidak mengenal batas usia. Semangat dan keberaniannya patut diapresiasi serta menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya,” kata Abidin.

Meski mengapresiasi kepedulian tersebut, Abidin menegaskan keselamatan tetap harus menjadi prioritas, terlebih lokasi karhutla memiliki risiko tinggi akibat api, asap pekat dan kondisi medan.

Anak-anak maupun masyarakat yang tidak memiliki perlengkapan dan kemampuan pemadaman diimbau tidak memasuki area berbahaya dan menyerahkan penanganan langsung kepada petugas serta relawan yang berpengalaman.

Menurut Abidin, semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan tetap penting, namun harus dilakukan dengan memperhatikan faktor keselamatan.

“Aksi Jali menjadi simbol kuat bahwa nilai gotong royong dan tanggung jawab menjaga alam masih hidup di tengah masyarakat,” pungkasnya. (PATHUR/j)