PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) turut berdampak terhadap sektor pertanian di Kota Palangka Raya. Berdasarkan laporan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanketpang) Kota Palangka Raya, sedikitnya tiga hektare lahan pertanian terdampak kebakaran yang tersebar di dua kelurahan, yaitu Kelurahan Kalampangan dan Kelurahan Menteng.

Kepala Distanketpang Kota Palangka Raya, Sugiyanto, menyampaikan bahwa dari total luasan terdampak, sebanyak dua hektare berada di Kelurahan Kalampangan yang merupakan lahan milik Kelompok Tani Sumber Makmur dengan komoditas berupa tanaman buah-buahan.

Sementara itu, satu hektare lahan pertanian di Kelurahan Menteng milik Kelompok Tani Sumber Tani Makmur juga terdampak, di mana lahan tersebut ditanami komoditas jagung dan timun.

“Untuk laporan lahan pertanian yang terdampak kebakaran, luasnya sekitar tiga hektare,” ujar Sugiyanto, Kamis 27 Agustus 2026.

Meski terjadi penurunan produksi hasil pertanian dari lahan yang terbakar, Sugiyanto menegaskan dampak tersebut belum sampai memengaruhi harga komoditas pertanian di pasaran.

“Kebakaran lahan hanya berdampak pada penurunan produksi hasil pertanian seluas tiga hektare. Sejauh ini belum berpengaruh terhadap harga komoditas di pasar,” jelasnya.

Terkait langkah pemerintah daerah dalam membantu petani, Sugiyanto menyampaikan bahwa Distanketpang memberikan pendampingan, bimbingan, serta sosialisasi terkait upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran di lahan pertanian.

Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan petani sekaligus mencegah meluasnya kebakaran yang berpotensi menimbulkan kerugian lebih besar.

"Kami juga terus mendorong petani agar memperhatikan kondisi lahan dan menerapkan langkah-langkah pencegahan kebakaran, terutama di tengah kondisi rawan karhutla yang masih berlangsung di wilayah Palangka Raya, " pungkasnya. (PATHUR/Y)