SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) siap mengawasi pendistribusian tambahan 9.000 tabung LPG 3 kilogram ke sejumlah kecamatan di wilayah utara yang baru saja mendapatkan konversi minyak tanah ke gas.

"Dari penambahan itu kurang lebih ada 9.000 tabung gas LPG 3 kilogram untuk beberapa kecamatan di wilayah utara yang memang belum ada konversi gas. Untuk pelaksanaannya insyaallah bulan Oktober," kata Plt Kepala DKUPP Kotim Muslih, Kamis, 27 Agustus 2026.

Lanjutnya, mekanisme pendistribusian tambahan LPG tersebut masih dikoordinasikan bersama bagian ekonomi pemerintah daerah. Distribusi akan diarahkan ke kecamatan yang sebelumnya belum mendapatkan program konversi minyak tanah ke LPG, khususnya wilayah utara Kotim.

Muslih berharap tambahan kuota tersebut dapat memperbaiki sebaran LPG bersubsidi di 17 kecamatan di Kotim.

"Harapan kita dengan adanya tambahan 9.000 tabung ini, harga gas bisa lebih merata di 17 kecamatan di wilayah Kabupaten Kotim," ujarnya.

Selain memastikan distribusi, DKUPP Kotim juga akan melakukan pemantauan terhadap harga LPG 3 kilogram yang dijual di tingkat pangkalan maupun pengecer.

Muslih mengatakan, LPG 3 kilogram merupakan komoditas yang mendapatkan subsidi pemerintah sehingga peredarannya perlu diawasi agar tidak terjadi penyimpangan harga maupun takaran.

"Kita akan selalu melakukan pemantauan berkaitan dengan harga komoditas yang ada subsidi negara," katanya.

Pengawasan juga mencakup pemeriksaan timbangan tera di pangkalan. DKUPP memiliki tugas melakukan tera dan memastikan ukuran LPG yang diterima masyarakat sesuai ketentuan.

Namun, banyaknya jumlah pangkalan yang tersebar di wilayah Kotim membuat pengawasan membutuhkan dukungan informasi dari masyarakat.

Muslih meminta warga segera melaporkan apabila menemukan dugaan LPG yang diterima tidak sesuai takaran atau terdapat persoalan lain dalam distribusinya.

"Kalau ada beberapa pangkalan yang dicurigai, misalkan gasnya kurang dari 3 kilogram dan sebagainya, bisa disampaikan kepada kami sehingga kami bisa langsung turun ke lapangan," jelasnya.

Muslih mengakui harga LPG 3 kilogram saat ini masih berbeda-beda antara satu kecamatan dan desa dengan wilayah lainnya.

Sebagian daerah masih berada pada harga yang dapat dipantau sesuai ketentuan. Namun, terdapat pula wilayah yang harga jualnya relatif lebih tinggi.

"Sampai sekarang harga LPG ini bervariasi di wilayah masing-masing kecamatan dan desa. Ada yang masih bisa kita pantau sesuai dengan harga yang disyaratkan, tetapi memang ada juga yang tinggi," imbuhnya.

Meski demikian, ia menilai kondisi harga LPG secara umum masih dalam situasi yang dapat dipantau pemerintah daerah.

Adapun enam kecamatan yang baru mendapatkan konversi dari minyak tanah ke LPG yakni Kota Besi, Telawang, Mentaya Hulu, Bukit Santuai, Telaga Antang dan Antang Kalang.

Tambahan kuota 9.000 tabung LPG 3 kilogram tersebut diharapkan dapat memperkuat ketersediaan energi bersubsidi bagi masyarakat dan menekan harga. (DEWI PATMALASARI/H)