BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota DPRD Palangka Raya, Yudhi Karlianto Manan, mendorong pemerintah mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi potensi krisis pangan akibat musim kemarau.
Yudhi mengatakan kondisi kemarau yang berkepanjangan tidak hanya meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), tetapi juga dapat memengaruhi sektor pertanian dan ketersediaan pangan masyarakat.
“Pemerintah harus mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi dampak kemarau terhadap ketahanan pangan. Jangan sampai kita baru bergerak ketika terjadi kekurangan pangan,” ujar Yudhi, saat dikonfirmasi Kamis 27 Agustus 2026.
Menurutnya, pemerintah perlu melakukan pemetaan terhadap wilayah yang terdampak kekeringan serta memastikan ketersediaan air untuk lahan pertanian dan kebutuhan petani.
Selain itu, dukungan terhadap petani juga perlu diperkuat, termasuk penyediaan sarana produksi, bantuan bibit dan pendampingan agar kegiatan pertanian tetap dapat berjalan di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
Yudhi juga meminta pemerintah memastikan ketersediaan dan distribusi bahan pangan tetap aman. Langkah tersebut penting untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
“Antisipasi harus dilakukan dari sekarang, mulai dari produksi, ketersediaan stok hingga distribusi. Semua harus dipersiapkan agar masyarakat tidak terdampak apabila kemarau berlangsung lebih panjang,” katanya.
Yudhi berharap sinergi pemerintah, petani dan masyarakat dapat diperkuat untuk menjaga ketahanan pangan daerah. Menurutnya, langkah pencegahan jauh lebih penting agar ancaman krisis pangan akibat kemarau dapat diminimalkan. (MARINI/H)









