PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pengelolaan hasil samping menjadi salah satu bagian dari praktik keberlanjutan yang diperlihatkan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS kepada peserta program diplomasi sawit.

Peserta Program Peningkatan Kapasitas Negosiasi Luar Negeri dan Diplomasi terkait Praktik Minyak Sawit Berkelanjutan mengunjungi Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Sulung di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Dalam kunjungan tersebut, peserta melihat proses pengolahan tandan buah segar menjadi crude palm oil (CPO).

Selain proses produksi, peserta juga melihat pengelolaan hasil samping, termasuk pemanfaatan tandan kosong sebagai pupuk organik untuk kebun.

Direktur Sustainability SSMS Henky Satrio Wibowo mengatakan prinsip keberlanjutan harus terintegrasi dengan kegiatan operasional perusahaan.

“Yang penting adalah bagaimana prinsip tersebut diterapkan dalam kegiatan sehari-hari,” katanya dalam rilis kepada Borneonews pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Penerapan tersebut mencakup pengelolaan lingkungan dan efisiensi pemanfaatan sumber daya.

Bagi peserta, praktik di PKS Sulung memberikan gambaran mengenai bagaimana aspek lingkungan dan operasional dapat berjalan beriringan dalam kegiatan industri sawit.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari pembelajaran lapangan untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai praktik sawit berkelanjutan Indonesia.(TESTI PRISCILLA)