PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pelaksanaan Uji Coba Soal Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia atau UKBI Adaptif menjadi kesempatan bagi peserta untuk memberikan masukan langsung terhadap soal yang dikerjakan.

Hal ini terlihat dalam penyelenggaraan Uji Coba Soal UKBI Adaptif tersebut digelar pada Kamis, 27 Agustus 2026 di Laboratorium Komputer Digital Marketing SMKN 2 Palangka Raya.

Salah satu peserta, Nathanael yang merupakan siswa SMA, menemukan adanya sejumlah kesalahan ketik pada soal yang muncul dalam pelaksanaan uji coba.

Kesalahan tersebut bahkan ditemukan pada beberapa soal yang muncul beberapa kali. Temuan itu kemudian disampaikan sebagai masukan kepada penyelenggara untuk menjadi bahan evaluasi.

Masukan peserta menjadi bagian penting dalam uji coba karena soal yang digunakan memang masih dalam tahap pengujian sebelum nantinya digunakan secara lebih luas.

Widyabasa Ahli Muda Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Muston Sitohang, mengatakan uji coba dilakukan setiap tahun untuk melihat keandalan soal berdasarkan karakteristik peserta.

Menurutnya, proses tersebut diperlukan untuk memastikan soal yang telah dibangun memiliki tingkat keterbacaan dan kesulitan yang sesuai.

“Senang sekali hari ini karena lebih banyak masukkan yang kami dapatkan sehingga dapat menjadi evaluasi untuk soal-soal yang telah dibuat. Soal ini dibangun, keterbacaannya, untuk tahun depan,” ujar Muston.

Ia menambahkan, soal UKBI Adaptif dapat berbeda antara satu peserta dengan peserta lainnya berdasarkan profesi. Namun, tingkat kesulitan tetap dibuat setara.

Temuan seperti kesalahan ketik maupun masukan lainnya dari peserta akan menjadi bahan evaluasi Balai Bahasa dalam menyempurnakan soal UKBI untuk pelaksanaan berikutnya.(TESTI PRISCILLA)