SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Meski kualitas udara berada dalam kategori tidak sehat akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sejumlah warga Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur masih memilih berolahraga di ruang terbuka.

Pantauan di kawasan Terowongan Nur Mentaya Sampit, aktivitas olahraga tetap terlihat. Sejumlah remaja hingga orang dewasa berjalan kaki, berlari dan bersepeda meski kondisi sekitar tampak berkabut akibat asap karhutla.

Pemandangan serupa terlihat di kawasan Stadion 29 Nopember Sampit. Beberapa warga masih memanfaatkan area terbuka tersebut untuk bermain basket di tengah kabut asap yang cukup terasa.

Padahal berdasarkan data Aplikasi ISPUnet pada Kamis, 27 Agustus 2026, pukul 17.00 WIB, kualitas udara Sampit berada pada kategori tidak sehat. Nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tercatat 108 dengan parameter kritis PM10.

Kategori tersebut menunjukkan kondisi udara yang dapat memberikan dampak merugikan bagi manusia, hewan maupun tumbuhan.

Kondisi kualitas udara tersebut sebelumnya juga menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotim. Masyarakat diingatkan untuk lebih selektif dalam melakukan aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kualitas udara memburuk akibat kabut asap.

Kepala Dinkes Kotim Umar Kaderi melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Nugroho Kuncoro Yudho, menyarankan masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan. Apabila harus keluar rumah, masyarakat dianjurkan menggunakan masker.

Terkait aktivitas olahraga, lanjutnya, penggunaan masker perlu disesuaikan dengan jenis dan tingkat aktivitas fisik yang dilakukan. Olahraga ringan hingga sedang masih memungkinkan dilakukan dengan tetap memperhatikan kondisi tubuh.

"Kalau beraktivitas di luar rumah, sebaiknya menggunakan masker. Untuk olahraga menggunakan masker, kondisi amannya tergantung jenis olahraganya," jelasnya.

Ia mengingatkan agar olahraga dengan intensitas tinggi dihindari ketika kualitas udara sedang buruk. Aktivitas fisik yang berat meningkatkan kebutuhan oksigen sehingga penggunaan masker dalam kondisi tersebut juga perlu diperhatikan.

"Untuk olahraga ringan hingga sedang menggunakan masker relatif aman, tetapi jika olahraganya berat maka bisa kekurangan oksigen," katanya.

Karena itu masyarakat diminta tidak memaksakan diri melakukan olahraga di luar ruangan saat kabut asap semakin pekat.

Kondisi kualitas udara perlu menjadi pertimbangan sebelum melakukan aktivitas fisik, terutama bagi masyarakat yang memiliki sensitivitas terhadap paparan asap.

Selain menggunakan masker, masyarakat juga disarankan memperhatikan kondisi tubuh. Jika muncul keluhan seperti sesak atau gangguan pernapasan saat beraktivitas, olahraga sebaiknya segera dihentikan dan mencari tempat dengan kualitas udara yang lebih baik. (DEWI PATMALASARI/R)