BORNEONEWS, Palangka Raya - Literasi keuangan dan keterampilan kewirausahaan dinilai menjadi bekal penting bagi masyarakat dalam membangun kemandirian ekonomi.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Palangka Raya, Amandus Frenaldy, dalam Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat atau PEKA.
Amandus mengatakan, kemampuan mengelola keuangan perlu berjalan beriringan dengan keterampilan dalam mengembangkan usaha. D
engan pemahaman tersebut, masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan potensi yang dimiliki secara lebih produktif.
“Pemahaman dalam mengelola keuangan dan keterampilan berwirausaha menjadi modal penting bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi, meningkatkan pendapatan, dan membangun kemandirian ekonomi,” terang Amandus dalam rilis OJK Kalteng pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Menurutnya, literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengatur pemasukan dan pengeluaran, tetapi juga bagaimana masyarakat dapat mengambil keputusan keuangan secara tepat.
Hal ini menjadi semakin penting ketika masyarakat mulai menjalankan kegiatan usaha atau mengembangkan sumber pendapatan.
Sementara itu, keterampilan kewirausahaan dapat menjadi bekal untuk mengubah potensi yang ada menjadi peluang ekonomi.
Masyarakat didorong tidak hanya mampu menghasilkan pendapatan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mempertahankan dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Amandus menilai pemberdayaan melalui Program PEKA menjadi langkah positif karena memberikan perhatian terhadap peningkatan kapasitas Penerima Manfaat. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan masyarakat dalam mengelola sumber daya sekaligus meningkatkan kesejahteraan.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, BPJS Ketenagakerjaan dan mitra strategis lainnya diperlukan untuk memperluas dukungan terhadap masyarakat.
Dengan kolaborasi yang kuat, upaya membangun kemandirian ekonomi diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan.(TESTI PRISCILLA)









