BORNEONEWS, Tamiang Layang – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas sekitar 0,5 hektare di pinggir jalan hauling batubara atau Jalan Pertamina, Desa Murutuwu, Kecamatan Paju Epat, Kabupaten Barito Timur, berhasil dipadamkan tim gabungan, Kamis, 27 Agustus 2026.
Penanganan dilakukan setelah Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD dan Damkar Barito Timur menerima informasi kebakaran dari masyarakat melalui grup WhatsApp.
Petugas kemudian bergerak dari Tamiang Layang sekitar pukul 13.25 WIB menuju lokasi yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar 20 menit.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Damkar Barito Timur, Parluhutan Tampubolon, mengatakan petugas langsung melakukan pemadaman dan penyekatan untuk mencegah api meluas.
“Api berhasil dipadamkan,” ujar Parluhutan.
Sebanyak delapan personel TRC-PB BPBD Damkar Barito Timur dikerahkan bersama anggota Polres Barito Timur. Dalam operasi tersebut, BPBD Damkar menggunakan satu unit mesin pompa air, selang, nozzle, kendaraan pickup, tandon air berkapasitas 1.000 liter, serta peralatan komunikasi.
Polres Barito Timur turut mengerahkan kendaraan operasional, tandon air 1.000 liter, dua mesin pompa air, selang dan nozzle.
Pasokan air juga diperkuat oleh PT SEM yang mengirimkan satu unit mobil tangki berkapasitas 20.000 liter. Air tersebut disuplai dari galian milik perusahaan ke lokasi kebakaran.
Menurut laporan TRC-PB, lahan yang terbakar sekitar 0,5 hektare dengan vegetasi berupa semak belukar dan pepohonan. Kondisi tanah di lokasi merupakan tanah mineral.
Proses pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 16.15 WIB. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melakukan pengecekan untuk memastikan tidak ada lagi titik api sekaligus memastikan seluruh personel dalam kondisi lengkap.
Parluhutan mengatakan kondisi vegetasi yang kering menjadi salah satu faktor yang membuat api mudah menyebar.
“Semak belukar yang kering dan angin mengakibatkan cepatnya perambatan atau perluasan api menyebar,” ungkapnya.
Kecepatan mobilisasi menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan kebakaran tersebut. Dengan kondisi lahan yang kering, api berpotensi meluas apabila tidak segera ditangani.
Setelah memastikan kondisi aman dan seluruh personel lengkap, tim gabungan meninggalkan lokasi dan kembali ke instansi masing-masing. (AGUSTINUS BOLE MALO/j)









