BORNEONEWS, Jakarta – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengirim sebanyak 50 unit pompa air ke Kalimantan Tengah untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus mendukung kebutuhan irigasi setelah kondisi kembali normal.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari total 200 unit pompa yang dikirim Kementerian Pertanian ke empat provinsi di Kalimantan, yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat.
Amran mengatakan, pengiriman dilakukan setelah dirinya menerima arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto agar bantuan segera disalurkan untuk memperkuat penanganan karhutla di lapangan.
“Yang terpenting adalah Bapak Presiden menelepon kami untuk mengirim pompa. Maghrib kami ditelepon Beliau, besoknya pompanya sudah dikirim,” kata Amran di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, dikutip Jumat, 28 Agustus 2026.
“Sebanyak 50 unit dikirim ke Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur 50 unit, Kalimantan Selatan 50 unit, Kalimantan Barat 50 unit, itu langsung kita kirim,” ujarnya.
Menurut Amran, pompa tersebut tidak hanya digunakan untuk mendukung proses pemadaman karhutla. Setelah kondisi kebakaran terkendali, peralatan itu dapat dimanfaatkan petani dan pekebun untuk kebutuhan pengairan.
“Iya, pompa yang dikirim untuk pemadaman. Dan juga bisa difungsikan itu nanti untuk pertanian setelah pemadaman. Itu bisa difungsikan juga pekebun dan pertanian untuk irigasi,” katanya.
Pengiriman pompa tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga lahan pertanian tetap produktif di tengah ancaman kekeringan dan kebakaran lahan.
Amran menyampaikan, hingga saat ini Kementerian Pertanian belum menerima laporan mengenai lahan pertanian maupun perkebunan yang terdampak kebakaran di wilayah penerima bantuan.
“Sampai sekarang belum ada laporan. Tapi nanti kami cek,” tuturnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah telah mengerahkan berbagai sumber daya untuk menangani karhutla dan kondisi iklim ekstrem di sejumlah daerah.
Penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, TNI, Polri, BNPB serta unsur terkait lainnya.
“Karena kita telah kerahkan kekuatan yang sangat besar, kita telah menunjukkan negara kita kuat, kita sekarang mengerahkan puluhan helikopter, belasan pesawat, berbagai teknik, ratusan bor air, ratusan pompa air, ribuan personel,” kata Prabowo.
ANTARA









