KUALA KURUN –

BORNEONEWS, Kuala Kurun – Polwan Polres Gunung Mas (Gumas) memperkuat edukasi perlindungan pelajar melalui sosialisasi pencegahan kekerasan, perundungan hingga penggunaan media sosial secara bijak dalam kegiatan Polwan Goes To School di Sekolah Rakyat.

Kapolres Gumas AKBP Arum Sari Puspita Dewi mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Jadi ke-78 Polwan sekaligus memperkuat langkah pencegahan melalui edukasi kepada anak-anak.

“Selain menyambut Hari Jadi ke-78 Polwan, edukasi kepada anak-anak juga merupakan bagian dari pendekatan kepolisian yang mengedepankan pencegahan melalui komunikasi yang mudah dipahami, agar informasi dapat diterima secara efektif oleh siswa,” katanya, Jumat, 28 Agustus 2026.

Arum menegaskan, pelajar perlu memiliki pengetahuan yang cukup agar mampu melindungi diri serta berani menolak segala bentuk kekerasan.

Salah satu materi yang diberikan berkaitan dengan pencegahan kekerasan seksual. Para siswa diberikan pemahaman mengenai perilaku yang tidak sepatutnya diterima serta pentingnya berani menyampaikan apabila berada dalam situasi yang dirasa tidak aman.

Selain itu, Polwan juga memberikan edukasi mengenai pencegahan perundungan atau bullying. Pelajar diajak memahami dampak perundungan sekaligus membangun hubungan pertemanan yang saling menghargai.

Materi lainnya membahas penggunaan media sosial secara bijak. Siswa diingatkan agar berhati-hati dalam membuat maupun menyebarkan konten serta memahami risiko kejahatan siber, termasuk cyberbullying dan penyebaran informasi hoaks.

Menurut Arum, lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter serta pola interaksi anak.

“Oleh karena itu, komunikasi antara kepolisian, sekolah, dan siswa perlu terus dibangun sejak dini secara berkelanjutan,” ujarnya.

Sosialisasi tersebut juga diisi dengan sesi tanya jawab agar para siswa dapat menyampaikan pertanyaan dan memperoleh penjelasan langsung terkait materi yang diberikan.

Pendekatan komunikatif dan humanis digunakan agar pesan mengenai pencegahan kekerasan, perundungan serta keamanan digital lebih mudah dipahami oleh pelajar.

Arum berharap sinergi kepolisian, sekolah dan masyarakat terus diperkuat agar edukasi perlindungan anak dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Kami berharap sinergi dengan sekolah dan masyarakat semakin kuat, sehingga program edukasi seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan demi mendukung tumbuh kembang generasi muda yang berkarakter,” katanya.