SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Irawati mengajak organisasi wanita di daerah itu ikut memberikan dukungan kepada personel Satuan Tugas (Satgas) Karhutla dan Kekeringan yang tengah berjuang menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah musim kemarau.

Menurut Irawati, dukungan tersebut tidak harus berupa keterlibatan langsung dalam pemadaman. Organisasi wanita dapat membantu memenuhi kebutuhan sederhana personel di lapangan, seperti makanan, minuman, maupun tambahan asupan energi.

"Mudah-mudahan dengan gerakan kami ini yang pertama, bisa menjadi motivasi kepada ibu-ibu yang lainnya untuk berbuat kebaikan dengan sedikit memberikan bantuan minuman atau makanan kepada para tim Satgas Karhutla," kata Irawati, Jumat, 28 Agustus 2026.

Irawati yang juga Ketua Gabungan Perhimpunan Wanita (GPW) Kotim sebelumnya turun langsung memantau penanganan karhutla di Jalan Tjilik Riwut kilometer 6 arah Sampit-Palangka Raya.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak pengurus dan anggota GPW Kotim untuk melihat langsung kondisi personel yang bertugas sekaligus menyerahkan bantuan berupa makanan dan minuman.

Ia mengatakan kegiatan itu bertujuan memberikan gambaran kepada organisasi wanita mengenai kondisi dan tantangan yang dihadapi para petugas maupun relawan selama menangani karhutla.

"Saya ingin menyampaikan kepada ibu-ibu, beginilah pengorbanan atau pekerjaan para relawan tim karhutla yang ada di Kabupaten Kotawaringin Timur," tuturnya.

Menurut Irawati, penanganan karhutla membutuhkan fisik dan stamina yang prima. Personel harus bekerja di tengah cuaca panas, asap, serta kondisi medan yang tidak mudah, terutama ketika kebakaran terjadi di kawasan lahan gambut.

Karena tidak dapat terlibat langsung dalam proses pemadaman, GPW Kotim memilih memberikan dukungan berupa makanan dan minuman untuk membantu menjaga energi para personel selama bertugas.

"Kita support dengan memberikan vitamin, juga memberikan minuman, serta ekstra bubur kacang hijau untuk para tim Satgas Karhutla yang bekerja di lapangan agar mereka mempunyai stamina kembali," ujarnya.

Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu menjaga kondisi fisik petugas selama menjalankan tugas, terlebih karakteristik lahan gambut membuat proses pemadaman dan pendinginan membutuhkan waktu.

Irawati menegaskan penanganan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun petugas pemadam. Peran masyarakat dan berbagai organisasi juga dibutuhkan untuk membantu menghadapi kondisi tersebut.

"Supaya merasakan, biar tahu seperti apa di lapangan. Dan nantinya ini akan disampaikan kepada teman-teman lainnya, organisasi-organisasi wanita yang ada di Kabupaten Kotawaringin Timur," tuturnya.

Ia mengajak organisasi wanita di Kotim menjadikan dukungan kepada Satgas Karhutla sebagai gerakan bersama. Bentuk dukungan dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing organisasi, baik berupa bantuan konsumsi maupun dukungan moral.

"Mari kita dukung, mari kita support tim Satgas Karhutla yang bekerja di lapangan," sambung Irawati.

Irawati berharap langkah yang dilakukan GPW Kotim dapat mendorong organisasi wanita lainnya untuk ikut berkontribusi dalam penanganan karhutla, terutama dengan membantu menyediakan makanan dan minuman bagi personel yang bekerja di tengah kondisi panas dan asap. (DEWI PATMALASARI/j)