PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Upaya pengendalian hama secara alami menjadi salah satu praktik yang diperlihatkan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS kepada peserta program diplomasi sawit.

Saat mengunjungi Sulung Estate di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, peserta melihat penggunaan rumah burung hantu sebagai bagian dari pengendalian hama secara alami.

Praktik tersebut menjadi salah satu bagian dari pengelolaan perkebunan yang diperkenalkan kepada diplomat, negosiator perdagangan serta perwakilan kementerian dan lembaga.

Kunjungan itu merupakan bagian dari Program Peningkatan Kapasitas Negosiasi Luar Negeri dan Diplomasi terkait Praktik Minyak Sawit Berkelanjutan yang berlangsung pada 10–12 Agustus 2026.

Selain pengendalian hama, peserta juga melihat penerapan keselamatan dan kesehatan kerja serta pengelolaan kawasan bernilai konservasi tinggi atau High Conservation Value (HCV).

Direktur Sustainability SSMS, Henky Satrio Wibowo mengatakan keberlanjutan harus menjadi bagian dari aktivitas operasional perusahaan.

“Keberlanjutan bukan hanya soal memenuhi standar atau sertifikasi,” kata Henky dalam rilisnya kepada Borneonews pada Jumat, 28 Agustus 2026.

Menurutnya, penerapan prinsip tersebut harus dilakukan secara nyata dalam kegiatan sehari-hari, termasuk dalam pengelolaan lingkungan.

Kunjungan ini diharapkan memperlihatkan bahwa praktik keberlanjutan dapat diterapkan secara langsung di tingkat operasional perkebunan. (TESTI PRISCILLA/j)