BORNEONEWS, Palangka Raya - Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah menjadikan pelaksanaan Uji Coba Soal Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia atau UKBI Adaptif sebagai bahan evaluasi untuk penyempurnaan ujian berikutnya.
Widyabasa Ahli Muda Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Muston Sitohang, mengatakan uji coba tersebut tidak semata-mata melihat kemampuan peserta dalam mengerjakan soal.
Menurutnya, Balai Bahasa juga ingin mengetahui bagaimana kualitas soal yang diberikan kepada peserta, termasuk tingkat kesulitan dan hasil yang diperoleh.
“Menilai bagaimana soalnya, bagaimana nilainya, karena ini untuk evaluasi ujian berikutnya. Itu akan menjadi bahan evaluasi kami,” ujar Muston kepada Borneonews pada Jumat, 28 Agustus 2026.
Dalam pelaksanaannya, peserta memperoleh soal yang berbeda. Hal tersebut memungkinkan penyelenggara mendapatkan lebih banyak gambaran mengenai respons peserta terhadap berbagai jenis soal UKBI.
Peserta yang mengikuti kegiatan berasal dari berbagai profesi. Di antaranya guru, siswa, wartawan, tenaga kesehatan, dosen, penerjemah, tenaga alih daya, karyawan swasta, PPPK, hingga satpam.
Uji coba dilaksanakan selama dua hari, 26-27 Agustus 2026, di Laboratorium Komputer Digital Marketing SMKN 2 Palangka Raya.
"Hasil dari kegiatan tersebut akan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam melakukan evaluasi dan perbaikan soal UKBI untuk pelaksanaan ujian selanjutnya," jelasnya. (TESTI PRISCILLA/J)









