PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya -  PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS memperlihatkan bagaimana aspek lingkungan, sosial dan operasional diintegrasikan dalam pengelolaan perkebunan dan pabrik kelapa sawit.

Hal tersebut terlihat dalam kunjungan peserta Program Peningkatan Kapasitas Negosiasi Luar Negeri dan Diplomasi terkait Praktik Minyak Sawit Berkelanjutan di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Peserta mengunjungi kebun pekebun swadaya binaan, Sulung Estate dan PKS Sulung.

Di tingkat perkebunan, peserta melihat pengelolaan kawasan bernilai konservasi tinggi, penerapan keselamatan dan kesehatan kerja serta pengendalian hama secara alami melalui rumah burung hantu.

Sementara di pabrik, peserta melihat proses pengolahan TBS menjadi CPO, termasuk pengelolaan hasil samping dan pemanfaatan tandan kosong sebagai pupuk organik.

Direktur Sustainability SSMS Henky Satrio Wibowo mengatakan prinsip keberlanjutan harus menjadi bagian dari praktik operasional sehari-hari.

"Penerapan tersebut mencakup perlindungan kawasan konservasi, keselamatan kerja, pengelolaan lingkungan, pemberdayaan pekebun serta efisiensi pemanfaatan sumber daya," kata Henky kepada Borneonews pada Jumat, 28 Agustus 2026.

Kegiatan ini menjadi ruang bagi SSMS untuk berbagi pengalaman sekaligus berdialog mengenai tantangan industri sawit Indonesia di tengah perkembangan kebutuhan global.

Pengalaman lapangan tersebut diharapkan turut memperkuat pemahaman mengenai praktik sawit berkelanjutan Indonesia di tingkat internasional. (TESTI PRISCILLA/y)