PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya — Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menyampaikan tiga langkah strategis yang didorong Pemerintah Kota Palangka Raya untuk mengatasi dan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ketiga solusi tersebut meliputi pembangunan sumur bor, pemanfaatan metode water bombing, serta pembangunan pos lapangan di wilayah rawan kebakaran.

Fairid menjelaskan, pembangunan sumur bor bertujuan untuk menyediakan sumber air yang memadai guna mendukung upaya pemadaman dan pembasahan lahan.

Sementara itu, metode water bombing akan digunakan sebagai solusi ketika lokasi kebakaran sulit atau tidak dapat dijangkau oleh petugas pemadam dari darat.

Langkah ketiga adalah pembangunan pos lapangan yang berfungsi sebagai pusat pemantauan sekaligus titik koordinasi petugas di kawasan rawan kebakaran.

"Pemerintah Kota Palangka Raya juga terus memperkuat koordinasi dengan seluruh perangkat daerah dan pihak terkait guna mencegah meluasnya kebakaran, khususnya di kawasan yang rawan kebakaran lahan," katanya, Jumat, 28 Agustus 2026.

Fairid Naparin menegaskan pentingnya kewaspadaan dan sinergi seluruh pihak dalam menghadapi potensi kebakaran lahan. Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan serta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran.

“Kita semua punya peran untuk menjaga agar kondisi Kota Palangka Raya tetap aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” ujar Fairid. (PATHUR/Y)