BORNEONEWS, Pangkalan Bun - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) menyiapkan dukungan air dalam jumlah besar untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.
Sebanyak delapan unit tangki air dengan kapasitas masing-masing 7.000 liter disiapkan untuk mendukung kebutuhan operasi pemadaman di lapangan.
Dengan kapasitas tersebut, total daya tampung air yang disiapkan mencapai sekitar 56.000 liter.
Dept. Head Sustainability PT SSMS Tbk, Andri Najiburrahman, Jumat, 28 Agustus 2026 mengatakan ketersediaan air menjadi salah satu tantangan penting dalam proses pemadaman karhutla.
"Kebutuhan setiap lokasi bisa berbeda. Ada yang membutuhkan tambahan personel, peralatan, atau sumber air. Karena itu, kami berupaya menyesuaikan dukungan dengan kebutuhan di lapangan agar dapat membantu operasi berjalan secara optimal," jelas Andri Najiburrahman.
Menurut Andri Najiburrahman, dukungan tersebut diberikan untuk membantu tim yang bekerja di lapangan, terutama dalam menghadapi kondisi kebakaran di kawasan Tumbang Nusa.
"Selain menyediakan delapan unit tangki air, SSMS juga menyiapkan 10 unit sarana dan prasarana pemadaman. Salah satunya berupa tangki portabel dengan kapasitas sekitar 1.000 liter," jelas Andri Najiburrahman.
Andri Najiburrahman mengatakan dukungan tidak hanya difokuskan pada peralatan, tetapi juga kebutuhan personel selama menjalankan tugas pemadaman.
"SSMS juga turut menyediakan air mineral dan bahan makanan untuk mendukung personel yang bekerja di lapangan. Disesuaikan dengan kebutuhan setiap lokasi bisa berbeda," jelas Andri Najiburrahman
Andri Najiburrahman menjelaskan karhutla di Tumbang Nusa menjadi tantangan tersendiri karena kondisi lahan gambut. Karakteristik lahan tersebut membuat proses penanganan membutuhkan dukungan air yang berkelanjutan serta koordinasi antarinstansi.
"Di tengah meningkatnya risiko karhutla selama musim kemarau, SSMS menilai ketersediaan personel, peralatan dan sumber air menjadi bagian penting dalam mempercepat respons ketika terjadi kebakaran. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat sinergi dengan pemerintah, aparat, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya dalam penanganan karhutla di Kalimantan Tengah," jelas Andri Najiburrahman. (WAHYU KRIDA/y)









