SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Jumat, 28 Agustus 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Agustiar Sabran didampingi Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan dan Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin.

Gubernur bersama rombongan meninjau proses pemadaman karhutla di Jalan Jenderal Sudirman, Sampit. Saat berada di lokasi, asap masih terlihat membumbung dari area yang terbakar.

Setelah meninjau lokasi kebakaran, rombongan kemudian menuju Posko Satgas Karhutla dan Kekeringan di Kantor BPBD Kotim.

Di posko tersebut, Agustiar memberikan dukungan kepada personel yang terlibat dalam penanganan karhutla. Bantuan yang diserahkan berupa makanan ringan, minuman dan suplemen untuk membantu kebutuhan petugas selama menjalankan tugas.

Agustiar mengatakan, kondisi karhutla di Kalteng saat ini perlu menjadi perhatian seluruh pihak. Ia menyebut Kalteng berada di posisi kesembilan secara nasional terkait kebakaran.

Menurutnya, kondisi kemarau tahun ini tergolong ekstrem dan berbeda dibandingkan kemarau pada tahun-tahun sebelumnya.

"Sekarang Kalteng ada di urutan sembilan di Indonesia untuk kebakaran. Kemarau yang sekarang ini bukan kemarau seperti biasanya," kata Agustiar.

Ia membandingkan kondisi kemarau saat ini dengan sejumlah tahun yang pernah mengalami kemarau panjang dan kuat, seperti 1997, 2001, 2002, 2003, 2006 dan 2015.

Melihat kondisi tersebut, Agustiar mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Ia meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, termasuk di sekitar pekarangan rumah.

Ia menilai pencegahan menjadi langkah penting karena penanganan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah dan petugas pemadam.

"Oleh karena itu ada imbauan, hati-hati kebakaran. Terus pekarangan jangan sembarang membakar dan sebagainya," katanya.

Agustiar menegaskan bahwa upaya mengendalikan karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Seluruh unsur masyarakat diminta ikut berperan dalam mencegah munculnya titik api maupun membantu penanganan ketika kebakaran terjadi.

"Semua elemen masyarakat yang ada, bukan pemerintah saja. Ini tanggung jawab kita semua," tandasnya.

Adapun kedatangan Agustiar Sabaran disambut oleh Bupati Kotim Halikinnor, Dandim 1015/Sampit Letkol Inf Dwi Candra Setyawan, Danrem 102/Panju Panjung Brigjen TNI Wimoko. (DEWI PATMALASARI/H)