BORNEONEWS, Palangka Raya – Meski kegiatan pembelajaran di SMP Negeri 8 Palangka Raya dilaksanakan melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat kondisi kabut asap, program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap didistribusikan kepada peserta didik.
Berdasarkan informasi yang disampaikan pihak sekolah, makanan MBG dapat diambil oleh orang tua atau wali murid. Mekanisme pengambilan dilakukan dengan memindahkan makanan dari ompreng ke wadah yang dibawa oleh orang tua atau wali.
Pihak sekolah meminta PIC atau kader untuk menyampaikan mekanisme tersebut kepada seluruh orang tua dan wali murid agar distribusi MBG tetap berjalan meskipun siswa tidak mengikuti pembelajaran secara langsung di sekolah.
Selain itu, orang tua diminta memperhatikan batas waktu konsumsi makanan. MBG harus dikonsumsi paling lambat pukul 10.00 WIB dan tidak diperkenankan dikonsumsi setelah melewati batas waktu tersebut demi menjaga keamanan dan kualitas pangan.
Plt Kepala SMP Negeri 8 Palangka Raya, Erdiningsih, sampaikan pihak sekolah juga akan memberikan label informasi kepada PIC untuk dibagikan kepada penerima manfaat.
"Informasi tersebut diharapkan dapat menjadi panduan bagi orang tua dalam menerima dan mengonsumsi makanan yang telah disediakan," katanya, Jumat, 28 Agustus 2026.
Di tengah kondisi kabut asap, pihaknya turut mengimbau masyarakat agar menjaga kesehatan dan keluarga serta sebisa mungkin mengurangi aktivitas di luar ruangan.
“Mohon Bapak/Ibu tetap menjaga kesehatan, menjaga keluarga, dan sebisa mungkin mengurangi aktivitas di luar ruangan. Semoga kondisi segera membaik dan kita semua selalu diberikan kesehatan serta keselamatan,” imbaunya.
Distribusi MBG tetap dilakukan sebagai bentuk keberlanjutan pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik, meskipun kegiatan belajar sementara dilaksanakan dari rumah akibat kondisi kualitas udara di Kota Palangka Raya. (MARINI/H)









