BORNEONEWS, Sampit – Kesadaran pasangan usia subur (PUS) di Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), terhadap pentingnya merencanakan keluarga terus menunjukkan perkembangan positif.
Hal itu terlihat dari pelayanan Keluarga Berencana (KB) Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) yang digelar di Balai KB Kecamatan Kota Besi, belum lama ini. Sebanyak 50 akseptor dari berbagai desa mengikuti pelayanan meliputi bongkar pasang implan serta pemasangan dan pelepasan alat kontrasepsi dalam rahim (IUD).
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kotim, dr. Ahmad Yusi, mengatakan pelayanan tersebut bukan hanya berkaitan dengan penggunaan alat kontrasepsi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat Program Bangga Kencana di daerah.
“Pelayanan KB MKJP ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan Program Bangga Kencana, sekaligus mendekatkan pelayanan kepada masyarakat di Kota Besi, Kamis (27 Agustus 2026). Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan pelayanan KB yang tersedia dan memilih metode kontrasepsi sesuai dengan kondisi serta kebutuhannya,” ujar Ahmad Yusi, 28 Agustus 2026.
Menurutnya, keikutsertaan 50 akseptor yang berasal dari sejumlah desa di Kecamatan Kota Besi menjadi indikasi bahwa masyarakat semakin memahami pentingnya perencanaan keluarga.
Metode kontrasepsi jangka panjang seperti implan dan IUD dinilai dapat menjadi pilihan bagi pasangan usia subur yang ingin mengatur jarak maupun jumlah kelahiran secara lebih terencana.
“Dengan pelayanan yang semakin dekat dan mudah dijangkau, kami berharap masyarakat tidak ragu untuk berkonsultasi dan menentukan metode KB yang paling sesuai,” katanya.
Ia menambahkan, pelayanan MKJP di tingkat kecamatan juga menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan program hingga ke masyarakat desa.
Pelaksanaannya melibatkan berbagai unsur, mulai dari tenaga pelayanan KB, penyuluh KB, pemerintah kecamatan, pemerintah desa hingga masyarakat.
"Kqmi akan terus mendorong peningkatan cakupan pelayanan KB sekaligus memperkuat pelaksanaan Program Bangga Kencana, " imbuhnya.
Upaya tersebut diharapkan tidak berhenti pada peningkatan jumlah akseptor, tetapi juga mampu membangun kesadaran masyarakat bahwa perencanaan keluarga merupakan bagian penting dalam mewujudkan keluarga yang sehat, berkualitas dan sejahtera.
Dengan semakin mudahnya akses pelayanan, masyarakat diharapkan dapat mengambil keputusan terkait kontrasepsi berdasarkan informasi yang tepat dan kebutuhan masing-masing keluarga. (DEVIANA/H)









